Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi Mulai 1 September, Berikut Aturan Terbarunya 

Reporter

Binti Nikmatur

12 - Jul - 2026, 06:53

Potret pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Shutterstock)


JATIMTIMES - Penumpang Garuda Indonesia yang membeli tiket mulai 1 September 2026 perlu mencermati aturan baru mengenai bagasi gratis. Maskapai pelat merah tersebut resmi mengubah sistem perhitungan bagasi dari Weight Concept (berdasarkan berat) menjadi Piece Concept (berdasarkan jumlah koper).

Kebijakan baru ini berlaku untuk seluruh tiket yang diterbitkan mulai 1 September 2026. Meski sistem penghitungannya berubah, Garuda Indonesia memastikan hak penumpang tidak berkurang. Bahkan, batas berat bagasi gratis pada beberapa kelas penerbangan justru ditingkatkan.

Baca Juga : Tak Pakai Open Bidding, Wali Kota Batu Nurochman Beri Sinyal Segera Perombakan Kepala SKPD Lewat Ujikom

Dalam skema Piece Concept, bagasi gratis diberikan berdasarkan jumlah koper dengan batas berat maksimum pada masing-masing koper sesuai kelas penerbangan dan jenis tiket. Dengan sistem ini, aturan bagasi pesawat dinilai lebih sederhana sehingga memudahkan penumpang saat mempersiapkan perjalanan.

Garuda Indonesia menjelaskan bahwa penumpang kelas Economy kini memperoleh jatah bagasi gratis hingga 23 kilogram untuk setiap koper, meningkat dari ketentuan sebelumnya yang maksimal 20 kilogram.

Sementara itu, penumpang Business Class dan First Class dapat membawa koper dengan berat hingga 32 kilogram, naik dari batas sebelumnya yang hanya 30 kilogram.

"Penerapan Piece Concept memberikan manfaat yang lebih baik bagi penumpang. Selain menghadirkan aturan bagasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami, Garuda Indonesia juga meningkatkan batas berat bagasi pada sejumlah kategori tiket," tulis Garuda Indonesia melalui laman resminya, dikutip Minggu (12/7/2026).

Menurut manajemen Garuda Indonesia, perubahan tersebut membuat penumpang tetap dapat membawa barang sesuai kebutuhan perjalanan. Bahkan, pada beberapa kategori tiket, kapasitas bagasi yang diperbolehkan menjadi lebih besar dibandingkan aturan sebelumnya.

Meski demikian, ketentuan bagasi tetap disesuaikan dengan karakteristik rute penerbangan, kebutuhan penumpang, serta standar operasional penerbangan domestik maupun internasional. Informasi mengenai jatah bagasi gratis akan selalu ditampilkan saat proses pemesanan tiket hingga tiket elektronik diterbitkan.

Bagi penumpang yang membawa koper melebihi batas ketentuan, Garuda menyarankan agar barang dipindahkan ke koper lain yang masih masuk dalam alokasi bagasi gratis atau memanfaatkan jatah bagasi kabin yang tersedia dengan berat maksimal 7 kilogram.

Apabila kapasitas bagasi masih belum mencukupi, penumpang dapat membeli layanan Additional Piece sebelum keberangkatan maupun Excess Baggage di bandara. 

Khusus penumpang Economy yang membawa koper dengan berat lebih dari 23 kilogram hingga maksimal 32 kilogram, Garuda menyediakan layanan Heavy Bag yang dapat dibeli melalui layanan Excess Baggage di bandara.

Baca Juga : Kala Canting Masih Menggoreskan Harapan: UMKM Batik Pekalongan Menghadapi Badai Ekonomi dan Redupnya Regenerasi

Perubahan sistem bagasi gratis Garuda Indonesia tersebut juga berdampak pada mekanisme pembelian bagasi tambahan. Jika sebelumnya biaya tambahan dihitung berdasarkan jumlah kilogram, kini pembelian bagasi ekstra menggunakan sistem jumlah koper atau Additional Piece, yang disesuaikan dengan jatah bagasi gratis pada kelas dan jenis tiket masing-masing penumpang.

"Dengan diberlakukannya Piece Concept, pembelian bagasi tambahan tidak lagi dihitung berdasarkan kilogram, melainkan berdasarkan jumlah bagasi (Additional Piece) yang disesuaikan dengan kapasitas bagasi bebas biaya pada kelas dan jenis tiket yang dimiliki," jelas Garuda Indonesia.

Di sisi lain, Garuda Indonesia membantah anggapan bahwa perubahan sistem bagasi ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Maskapai menegaskan kebijakan tersebut bertujuan menyederhanakan aturan bagasi sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang.

"Tidak (bertujuan meningkatkan pendapatan Garuda Indonesia). Penumpang justru memperoleh sejumlah manfaat, seperti peningkatan batas berat bagasi pada beberapa kategori tiket, aturan bagasi yang lebih mudah dipahami, proses check-in yang lebih efisien, serta penanganan bagasi yang lebih aman dan konsisten," terang penjelasan manajemen. 

Garuda Indonesia menambahkan transformasi layanan ini akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menyesuaikan standar yang telah diterapkan berbagai maskapai internasional.

"Garuda Indonesia tetap berkomitmen memberikan manfaat bagasi yang kompetitif pada setiap rute, tanpa mengurangi nilai layanan yang diterima penumpang," tutup perusahaan.


Topik

Ekonomi, aturan bagasi pesawat, bagasi gratis garuda,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette