Selamatkan Peternak, Khusnul Khuluk Desak Pemerintah Serap Telur lewat MBG

27 - May - 2026, 09:07

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Khusnul Khuluk.


JATIMTIMES – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Khusnul Khuluk, mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu peternak ayam petelur yang kini terpukul akibat anjloknya harga telur di pasaran. 

Salah satu solusi strategis yang ditawarkan adalah menyerap hasil produksi peternak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Khusnul menilai, kondisi peternak saat ini sudah berada di titik kritis karena harga jual tidak lagi sebanding dengan biaya produksi yang terus melonjak.

Baca Juga : Bupati Sanusi Segera Tingkatkan Infrastruktur Layanan Kesehatan di Puskesmas Gedangan

Legislator dari Fraksi PKS ini melihat program MBG dapat menjadi instrumen penyelamat bagi peternak lokal. Dengan memasukkan telur sebagai menu rutin, pemerintah secara otomatis menciptakan pasar yang stabil bagi peternak rakyat.

“Kalau pemerintah benar-benar ingin membantu peternak ayam petelur, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menggencarkan kembali konsumsi telur, termasuk melalui program MBG atau Makan Bergizi Gratis," ujarnya, dikonfirmasi Rabu (27/5/2026).

"Menu telur perlu lebih sering dimasukkan, misalnya dua kali dalam seminggu, sehingga produksi telur peternak bisa terserap,” sambung legislator asal Dapil Lumajang-Jember ini.

Menurutnya, langkah ini akan memberikan manfaat ganda: membantu pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga telur di tingkat produsen.

Lebih lanjut, Khusnul menganalisis bahwa lesunya harga telur juga dipicu oleh menurunnya daya beli masyarakat. Kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya membuat konsumsi protein hewani di tingkat rumah tangga mengalami penurunan signifikan.

“Memang ada dampak dari kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini belum baik-baik saja. Akibatnya konsumsi telur, daging, dan kebutuhan lainnya ikut menurun,” katanya.

Ia memperingatkan pemerintah bahwa jika kondisi ini dibiarkan tanpa intervensi, banyak peternak kecil yang terancam berhenti beroperasi karena tidak mampu menutup biaya operasional harian.

Baca Juga : 82 Kendaraan Operasional Disalurkan, Koperasi Merah Putih Tulungagung Didorong Segera Berjalan Penuh

Selain masalah serapan, Komisi B DPRD Jatim juga menyoroti tingginya beban biaya pakan, terutama bahan baku impor seperti jagung. Khusnul mendorong pemerintah hadir untuk memberikan subsidi sementara guna menjaga napas para peternak.

“Kalau pasar belum mampu menyerap produksi telur yang ada, pemerintah perlu hadir memberikan subsidi agar peternak tetap bisa bertahan dan tidak sampai gulung tikar,” tegasnya.

Sebagai langkah jangka panjang, ia berharap ada kebijakan khusus untuk menekan harga komponen pakan agar margin keuntungan peternak kembali sehat dan harga di pasar tetap stabil.

“Harapannya pemerintah juga bisa membantu menekan harga pakan, terutama bahan impor seperti jagung dan lainnya, sehingga harga telur bisa kembali stabil,” pungkas Khusnul.


Topik

Pemerintahan, Harga Telur Anjlok, Peternak Telur, Khusnul Khuluk, DPRD Jatim, Pemerintah, Telur, MBG,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette