Rupiah Berbalik Menguat ke Rp 17.600 usai BI Rate Naik 50 Bps, Sempat Tembus Rp 17.745

Reporter

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

20 - May - 2026, 07:08

Ilustrasi uang rupiah dan dolar. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp 17.600 per dolar AS atau menguat 0,54%. Posisi ini membaik dibanding perdagangan sehari sebelumnya, Selasa (19/5/2026), saat rupiah ditutup melemah di level Rp 17.695 per dolar AS.

Baca Juga : Investasi Pasar Modal di Malang Tumbuh Positif, Transaksi Reksa Dana Capai Ratusan Miliar

Penguatan tersebut sekaligus menjadi pembalikan arah rupiah yang sejak pagi sempat berada di zona merah. Pada pembukaan perdagangan, rupiah tercatat melemah sekitar 0,20% ke posisi Rp 17.730 per dolar AS. Bahkan, mata uang Garuda sempat menyentuh level Rp 17.745 per dolar AS sebelum akhirnya berbalik menguat menjelang penutupan pasar.

Pergerakan rupiah yang cukup volatil terjadi setelah pelaku pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait kebijakan suku bunga.

Bank Indonesia diketahui menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Selain itu, suku bunga Deposit Facility ditetapkan menjadi 4,25%, sedangkan Lending Facility berada di level 6,25%.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan global, terutama akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Kebijakan ini sebagai langkah lanjutan memperkuat stabilitas rupiah dari dampak gejolak Timur Tengah,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, keputusan menaikkan suku bunga juga bertujuan menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran Bank Indonesia, yakni 2,5±1%.

Baca Juga : BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Ini Dampaknya ke Cicilan KPR, Deposito hingga Rupiah

Perry menambahkan, kebijakan moneter pada 2026 akan tetap difokuskan pada upaya menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal Indonesia. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran akan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kebijakan makroprudensial longgar terus didorong untuk mendukung pertumbuhan kredit ke sektor riil,” jelasnya.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia masih menunjukkan penguatan. Hingga pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS naik 0,06% ke level 99,388.

Meski demikian, keputusan BI menaikkan suku bunga berhasil memberikan sentimen positif bagi pasar domestik dan mendorong rupiah kembali menguat setelah sempat tertekan pada awal perdagangan.


Topik

Pemerintahan, rupiah, nilai tukar rupiah, dolar as, bank indonesia,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette