GoTo Turunkan Potongan GoRide Jadi 8 Persen, Program GoRide Hemat Dihentikan

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

19 - May - 2026, 07:16

Ilustrasi gojek. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo resmi menurunkan potongan platform layanan GoRide menjadi 8 persen. Dengan skema baru tersebut, mitra pengemudi ojek online (ojol) kini akan menerima 92 persen dari tarif perjalanan.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Mei 2026 lalu.

Baca Juga : Bupati Sanusi Perkuat Komitmen Kolaborasi dan Gotong Royong di Momentum BBGRM XXIII

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo mengatakan perusahaan siap menjalankan arahan pemerintah terkait perubahan skema pembagian pendapatan bagi pengemudi transportasi online.

“Kami berkomitmen untuk menyesuaikan skema bagi hasil di mana 92 persen dari setiap perjalanan GoRide akan menjadi hak pengemudi,” ujar Hans dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (19/5/2026).

Hans mengakui kebijakan tersebut akan berdampak pada penurunan pendapatan perusahaan dari layanan GoRide. Meski begitu, GoTo tetap menjalankan aturan tersebut sebagai langkah jangka panjang demi menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih sehat bagi seluruh pihak.

Selain menurunkan potongan platform, Gojek juga memastikan akan menghentikan program langganan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi.

Menurut Hans, layanan GoRide Hemat mulai diuji coba secara terbatas sejak November 2025 sebelum diperluas ke seluruh Indonesia pada Februari 2026. Namun setelah berjalan selama beberapa bulan, perusahaan melakukan evaluasi dan menilai skema tersebut perlu disesuaikan demi menjaga kesejahteraan driver. “Kami memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat,” katanya.

Meski layanan GoRide Hemat dihentikan, GoTo memastikan GoRide Regular tetap menjadi layanan utama yang paling banyak digunakan pelanggan hingga saat ini.

GoTo Pastikan Tarif GoRide Regular Tetap Stabil

Baca Juga : Wali Kota Blitar Siapkan Transformasi BPR Perseroda dan Penguatan Iklim Investasi Daerah

Di sisi lain, GoTo juga menegaskan akan menjaga tarif GoRide Regular agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Perusahaan mengaku tengah mengatur berbagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi tanpa membebani pelanggan.

“Kami akan berusaha sebisa mungkin untuk layanan GoRide reguler itu tidak ada peningkatan harga yang dibayar oleh konsumen,” tegas Hans.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menargetkan aturan potongan maksimal 8 persen bagi operator transportasi online dapat mulai diterapkan pada Juni 2026.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor sebelumnya mengatakan pemerintah berharap kebijakan tersebut bisa segera berjalan demi meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojol di Indonesia.

Dengan perubahan skema bagi hasil dan penghentian program GoRide Hemat, GoTo berharap kesejahteraan mitra pengemudi tetap terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan pelanggan. Kebijakan baru ini juga dinilai menjadi langkah awal penyesuaian industri transportasi online setelah pemerintah menerbitkan aturan perlindungan bagi pekerja platform digital.


Topik

Ekonomi, goto gojek tokopedia, goto, goride, hans patuwo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette