Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Realisasi 400 Kuota Beasiswa 1.000 Sarjana demi Genjot Kualitas SDM
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
A Yahya
04 - May - 2026, 12:09
JATIMTIMES – Pemerintah Kota Batu memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 untuk mengakselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Upaya ini diwujudkan melalui penguatan program Beasiswa 1000 Sarjana yang menjadi bagian dari visi strategis pembangunan daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa pendidikan merupakan mesin utama pembaruan bangsa. Program ini dirancang untuk memastikan pemuda daerah memiliki daya saing yang kuat di kancah global.
Baca Juga : Dorong Setiap Program Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat,Mbak Wali Serahkan SK Kenaikan Pangkat
"Kami ingin memastikan generasi muda Kota Batu tidak hanya siap secara mental, tapi juga secara kompetensi untuk menghadapi tantangan global," ujar Alfi Nurhidayat usai upacara di Balai Kota Among Tani, Senin (4/5/2026) pagi.
Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan kuota sebanyak 400 kursi untuk penerima beasiswa (sebelumnya 399). Kategori penerima mencakup keluarga kurang mampu, siswa berprestasi akademik maupun non akademik, penghafal Al-Qur'an, guru non-ASN, hingga penyandang disabilitas.
Pemberian beasiswa ini diharapkan mampu mencetak intelektual baru yang kelak berkontribusi langsung pada kebijakan daerah. Pendidikan tinggi dinilai sebagai kunci agar masyarakat bisa ikut merumuskan arah kemajuan Kota Batu.
"Pendidikan yang unggul akan membuat generasi penerus memiliki andil besar dalam pembangunan daerah, termasuk ikut merumuskan rekomendasi kebijakan agar Kota Batu lebih berkembang," tambah mantan Kepala DPUPR tersebut.
Selain dukungan finansial, Pemkot Batu juga fokus membenahi ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Hal ini meliputi pemerataan akses sekolah, penghapusan praktik perundungan, hingga penguatan nutrisi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga : 7 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi THE Asia University Rankings 2026, Bisa Jadi Pilihan Jalur Mandiri
Menurut Alfi, langkah integratif diambil karena peningkatan kapasitas SDM tidak akan berjalan maksimal tanpa lingkungan yang sehat. Pemerintah berkomitmen menciptakan ruang belajar yang kondusif bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
"Peningkatan SDM tidak akan maksimal tanpa lingkungan yang kondusif. Mulai dari pemerataan akses pendidikan, pencegahan perundungan hingga pemenuhan gizi," pungkas Alfi.
