Distan-KP Jatim Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Pokok Aman hingga 8 Bulan
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Dede Nana
28 - Feb - 2025, 03:31
JATIMTIMES - Pertanian pangan dalam beberapa waktu terakhir mendapati tantangan perubahan iklim. Cuaca yang tak menentu sedikit banyak turut berdampak pada produksi. Kendati begitu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) memastikan ketersediaan bahan pangan pokok utamanya beras aman hingga beberapa bulan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Pujiati Ningsih. Menurut dia, adanya perubahan iklim sedikit banyak membuat hasil pertanian pangan terpengaruh. Ia mengaku, panen untuk beras juga terganggu karena cuaca.
Baca Juga : Diskon Listrik 50 Persen Berakhir Hari Ini, Berikut Tarif Diskon Listrik 1 Maret 2025
"Kalau dari Iklim berpengaruh, memang sedikit mengganggu. Tetapi untuk ketersediaan pangan kita aman," ungkap Pujiati saat dikonfirmasi JatimTIMES di Kota Batu, belum lama ini.
Puji, sapaannya, menyampaikan jika kepastian stok bahan pokok itu bukan tanpa alasan. Jawa Timur dengan sejumlah daerah penghasil padi disebut akan segera panen raya perdana di rentang waktu triwulan pertama 2025.
"Nanti pada akhir bulan Februari dan bulan Maret diperkirakan akan ada satu juta ton di Jatim panen raya. Produksi jatim sekarang bisa sampai 2,4 juta ton," katanya.
Maka dari itu, dia menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan pangan khususnya beras. Puji memprediksi, dari stok yang ada di Jatim bisa mencukupi untuk kebutuhan beberapa bulan kedepan.
"Jadi, insyaallah pangan kita aman, dan masyarakat tidak terlalu panik. Cukup kalau diprediksi sampai 8 bulan kedepan," tambah dia.
Baca Juga : Digelar Hari ini, Berikut Sejarah Sidang Isbat dalam Penentuan Awal Ramadan
Sementara untuk menjaga kestabilan harga beras, Distan-KP Jatim sudah melakukan gerakan pangan murah (GPM) jelang Ramadan. Kota Batu belum lama ini uuga menjadi sasaran operasi pasar tersebut.
Puji mengatakan, gerakan pangan murah sudah digelar 14 titik. Kota Batu jadi kota ke-14 yang bersamaan pelaksanaannya dengan Kabupaten Trenggalek pada Rabu (26/2/2026). Upaya langsung pasar murah, diharapkan dapat meredam gejolak harga di pasaran.
"Menjelang bulan puasa GPM dilakukan sekitar 40 kali di 38 kabupaten/kota. Programnya kemudian akan dilanjutkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota masing-masing," imbuhnya.
