Selama Operasi Keselamatan Semeru 2025, 1.008 Pengendara Ditilang
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
27 - Feb - 2025, 09:46
JATIMTIMES - Pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang berlangsung sejak 10 hingga 23 Februari 2025 telah berakhir di Kota Malang. Dalam dua pekan penerapannya, Satlantas Polresta Malang Kota menindak sebanyak 1.008 pengendara yang melanggar lalu lintas.
Dari data Satlantas Polresta Malang Kota Kota selama Operasi Keselamatan Semeru 2025 melakukan tilang manual terhadap 772 pengendara. Kemudian kedapatan melanggar lewat ETLE Statis sebanyak 204 pengendara dan 32 pengendara lewat ETLE Mobile.
Baca Juga : STIE Malangkucecwara Kedatangan Perusahaan Asal Jepang, Kolaborasi Program Internship
Dengan demikian Satlantas Polresta Malang Kota melakukan tilang kepada 1.008 pengendara selama Operasi Keselamatan Semeru 2025.
“Kami juga melakukan teguran presisi terhadap 10.005 pelanggaran antar anak sekolah, tidak menggunakan helm, dan tidak menggunakan lampu pada siang hari,” ucap Wakasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Luhur Santosa.
Sedangkan tilang manual lanjut Luhur, dilakukan pada pelanggaran yang tidak menggunakan helm, pakai knalpot tidak sesuai spesifikasi atau brong. Ada juga plat nomor polisi yang tidak sesuai.
“Ada juga yang melanggar lampu merah hingga balap liar ini yang kami lakukan tilang secara manual,” tambah Luhur, Kamis (27/2/2025).
Sementara pelanggaran yang terekam pada sistem eletronik, tilang dilakukan pada pelanggar yang tidak menggunakan helm, sabuk pengaman dan melawan arus.
Sedangkan selama Operasi Keselamatan Semeru ini jumlah kecelakaan lalu lintas ini didapati sebanyak 7 kejadian. Untungnya tidak menelan korban, hanya mengalami luka berat satu orang dan luka ringan 11 orang. Dengan kerugian mencapai Rp 6,5 juta.
Baca Juga : Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadan, 717 Botol Miras Diamankan Satpol PP Kota Malang
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah menambahkan dalam operasi ini, petugas tidak hanya memberikan imbauan serta penindakan, tetapi juga membagikan brosur Ops Keselamatan Semeru 2025 sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat yang sulit dijangkau dalam kegiatan sosialisasi langsung.
“Saat ini kami berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas, jika masih ada yang membandel di kemudian hari, tetap melanggar atau mengabaikan teguran ini, kami akan bertindak tegas,” tegas Agung.
Pentingnya kesadaran masyarakat dalam keselamatan berlal lintas, diharapkan agar angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan atau berkurang.
