Awal 2025, UPT PPA Dinsos Kota Malang Terima 40 Laporan Kekerasan, Donny: Masyarakat Berani Speak-Up

27 - Feb - 2025, 08:50

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito. (Foto: Irsya Richa/ JatimTIMES)


JATIMTIMES - Sepanjang awal 2025 hingga akhir Februari ini, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, menerima laporan 40 kasus kekerasan di wilayah Kota Malang. 

Meski tergolong tinggi, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang bersyukur masyarakat berani untuk melapor.

Baca Juga : Pekerja Migran Jadi Model di Hongkong, Kenakan Busana Milik Desainer asal Malang

dinsos-kota-malang-03.jpg

Melihat dari data UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos-P3AP2KB Kota Malang sepanjang 2024 ada 120 laporan kekerasan anak di Kota Malang. Mulai dari kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga bullying.

“Kalau sampai Februari 2025 ini sudah ada 40 laporan yang masuk,” ungkap Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito.

Terjadinya kekerasan pada anak di Kota Malang mayoritas didapati ada beberapa faktor. Yakni permasalahan keluarga, ekonomi hingga perselingkuhan.

“Pemicunya, kalau KDRT biasanya terkait masalah keluarga, ekonomi, perselingkuhan. Kalau bulliying biasanya olok-olokan antar teman. Kalau seksual biasanya yang banyak megang area sensitif,” tambah Donny.

Melihat dari jumlah laporan tahun lalu, Donny tak memungkiri laporan kasus kekerasan anak yang masuk UPT PPA Dinsos Kota Malang mengalami tren kenaikan. Meski demikian, tren ini menunjukkan jika masyarakat maupun korban mulai berani speak-up.

“Kalau dibilang gawat atau gak gawat, kami lebih takut kalau tak ada korban atau masyarakat yang berani melaporkan. Kalau mereka berani lapor dan bisa ditindaklanjuti pihak terkait, itu bisa menjadi warning kepada semua agar jangan sampai melakukan kekerasan kepada anak di Kota Malang,” tegas Donny.

Baca Juga : Karyawan Gelapkan Mobil K-Cunk Motor Tulungagung, Polisi Ungkap Kronologinya

 

Menurut Donny, masyarakat maupun korban kekerasan di Kota Malang trennya sudah mulai berani untuk speak-up. Terlebih, sudah banyak pihak yang siap memberikan pendampingan dan perlindungan. Mulai dari pihak kelurahan hingga Babinsa dan Babinkamtibmas.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk terus berani speak-up jika mendapati adanya kekerasan dalam bentuk apapun. Tentu akan kami tindaklanjuti, kalau sudah ada unsur pidananya ya langsung otomatis ditindaklanjuti Polresta. Karena kejahatan seksual kan tidak ada restorasi justice,” ucap Donny.

Donny berharap masyarakat maupun korban kekerasan anak di Kota Malang untuk tidak takut speak-up. Hal ini tentu agar pelaku kekerasan anak di Kota Malang bisa segera ditangani dan ditekan angkanya.


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette