Selama Ramadan, Pemkot Malang Pastikan Harga dan Pasokan Bahan Pangan Aman
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
26 - Feb - 2025, 11:33
JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan bahwa ketersediaan dan harga bahan pangan akan aman selama bulan Ramadan meski saat ini ada kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan keterlambatan pasokannya.
Kenaikan harga dan keterlambatan pasokan didapati saat Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin memimpin rombongan Pemkot Malang melakukan sidak di dua pasar, Rabu (26/2/2025). Yakni Pasar Tawangmangu dan Pasar Madyopuro.
Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Blitar Sosialisasikan SIPP dan JMO, Permudah Non-ASN Kelola Kepesertaan
"Ini asesmen untuk meninjau harga. Kami sudah rapat dengan OPD untuk menjaga inflasi, kenaikan harga dan pasokannya. Dan hari ini kami mencatat beberapa temuan itu," ujar Ali.
Dirinya berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok selama bulan Ramadan. "Stabilitas ketersediaan sembako harus dijaga, terutama di bulan Ramadan," imbuh Ali.
Untuk itu, dalam waktu terdekat pemkot akan segera berdiskusi dengan sejumlah stakeholder untuk memastikan bahan pokok dalam kondisi aman. Apalagi, saat ini, kenaikan harga yang terjadi belum terlalu signifikan.
"Seperti beras kenaikannya per kilogram Rp 200. Makanya kami akan segera diksusi dengan Bulog dan distributor akan kami ajak untuk berdiskusi dan mengupayakan agar ketersediaan itu aman," terang Ali.
Kenaikan harga tersebut akan terus dilakukan pemantauan. Jika memang kenaikan harga terjadi signifikan, maka pemkot akan segera menyiapkan sejumlah langkah intervensi.

"Kalau harga kemudian melonjak terlalu tinggi, kami akan berikan intervensi harga ke pasar," ucap Ali.
Baca Juga : PW Ansor Jatim Siap Kelola 45 Ribu Hektare Lahan Produktif untuk Ketahanan Pangan
Bentuk intervensi yang akan dilakukan juga tidak menutup kemungkinan menggunakan skema yang telah berjalan di Kota Malang. Misalnya pasar murah, gerakan pangan murah (GPM) dan warung tekan inflasi (WTI).
"Apakah ke bentuk pasar murah atau yang lain dan ini akan kami lakukan karena sudah dirapatkan. Kalau dulu kan ada WTI, kalau efektif akan kita fulirkan lagi," kata Ali.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penimbunan, dirinya akan melibatkan sejumlah pihak yang tergabung di dalam Satgas Pangan. Termasuk untuk mencari kemungkinan adanya titik pemutusan distribusi bahan pangan.
"Termasuk mencari titik putusnya distribusi ini di mana, pasokan yang telah, ada yang telat dua minggu sampai tiga bulan kiriman pasokan. Akan ada sidak tiap minggu (selama Ramadan)," pungkas Ali.
