Atap Ambruk Diterjang Angin, Warga di Desa Sumberejo Kota Batu Terpaksa Mengungsi
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
25 - Feb - 2025, 06:30
JATIMTIMES - Bencana cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah titik di Kota Batu dalam beberapa hari terakhir. Seperti yang terjadi di Desa Sumberejo Kecamatan Batu, Selasa (25/2/2025). Angin kencang memicu atap rumah warga ambruk hingga penghuninya terpaksa mengungsi.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Arif Purwanto membenarkan. Laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Batu menyebut bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Baca Juga : Terbitkan Sertifikat Hak Pakai, Kepala BPN Jember Diduga Ceroboh dan 'Menantang' Putusan MA
"Dilaporkan kejadian cuaca ekstrem di Dusun Santrean RT 05 RW 02, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu," kata Arif dalam keterangannya, Selasa (25/2/2025).
Dikatakan, angin kencang yang terjadi di wilayah Desa Sumberejo Kota Batu menyebabkan atap ambrol di rumah warga bernama Ngatini (69) Tahun). Kerusakan terjadi pada atap bagian dapur, kamar mandi dan kamar tidur. Kerusakan yang cukup serius menyebabkan penghuni rumah terpaksa mengungsi untuk sementara waktu.
"Perabot rumah tangga basah karena hujan. Saat ini pemilik rumah mengungsi di rumah tetangga," ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Kerugian materiil akibat kerusakan rumah tersebut masih dalam penghitungan.
Arif menambahkan, tim BPBD telah melakukan penanganan awal dan kaji cepat di lokasi. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemberian bantuan logistik. Kerja bakti dan penanganan darurat pemasangan terpal pada bagian rumah yang rusak juga telah dilakukan.
Baca Juga : Banjir Luapan Kali Lamong Melanda Dua Kecamatan, Wabup dan Kapolres Gresik Turun ke Lokasi Terdampak
BPBD Kota Batu melibatkan, Perangkat Desa Sumberejo, Agen Informasi Bencana Provinsi Jawa Timur, relawan, dan warga setempat.
"Untuk tindak lanjut dilakukan pengkajian kebutuhan pasca bencana," ringkasnya.
