Polres Malang Kerahkan Tim Gabungan Cari Pria Terseret Ombak di Pantai Kondang Merak
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
A Yahya
20 - Feb - 2025, 08:36
JATIMTIMES - Seorang pria bernama Edi Santoso (31) warga Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang dilaporkan hilang terseret ombak Pantai Kondang Merak, Rabu (19/2/2025). Hingga hari ini, Kamis (20/2/2025), Polres Malang bersama tim gabungan yang melakukan pencarian masih belum menemukan keberadaan korban.
Kasihumas Polres Malang AKP Ponsen Dadang Martianto mengatakan, proses pencarian korban turut melibatkan personel gabungan dari unsur Polsek Bantur, Satpolairud Polres Malang, Koramil Bantur, LMDH Wonoraharjo, hingga tim Pantai Selatan Rescue (PSR).
Baca Juga : Rekrutmen BUMN 2025 Dibuka Kembali, Ini Rinciannya
"Tim gabungan memfokuskan pencarian di area palung laut yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus," ujar Dadang dalam konfirmasinya, Kamis (20/2/2025) malam.
Selain di titik lokasi diduga korban terseret arus, disampaikan Dadang, proses pencarian juga difokuskan untuk melakukan penyisiran di kawasan perairan sekitar. Pada proses pencarian secara intensif dan berkesinambungan tersebut, tim gabungan turut menggunakan perahu nelayan lokal guna memantau sepanjang pesisir pantai.
"Hingga saat ini, keberadaan korban masih belum ditemukan. Kami akan terus memaksimalkan pencarian dengan berkoordinasi bersama pihak terkait,” ujar Dadang.
Peristiwa korban dilaporkan hilang terseret ombak tersebut terjadi pada Rabu (19/2/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, rencananya korban bersama empat rekannya berangkat dari rumah mereka di Dusun Banjarejo, Desa Sumberbening untuk mencari ikan dengan cara menyelam menggunakan alat snorkeling.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 17.30 WIB, mereka tiba di Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. "Mereka kemudian mulai turun ke laut pada pukul 18.00 WIB dengan memanfaatkan kondisi air yang sedang surut. Sementara korban terakhir kali terlihat berada di sekitar palung laut bersama seorang rekannya yang bernama Anton," tuturnya.
Namun, sekitar pukul 19.30 WIB, Anton berteriak meminta pertolongan setelah melihat korban terseret ombak. Sejumlah warga yang pada saat itu juga sedang mencari ikan di sekitar lokasi, kemudian berupaya memberikan bantuan menggunakan perahu nelayan lokal.
"Namun, setelah sekitar 30 menit pencarian, warga hanya menemukan senter milik korban yang mengapung di permukaan air. Sementara tubuh korban tidak terlihat," ujarnya.
Baca Juga : Gorong-Gorong Ambles Satu Nyawa Melayang Terseret Aliran Air saat Mandi
Pada saat itu, rekan korban bersama sejumlah warga pencari ikan sempat berupaya untuk mengambil senter tersebut. Namun belakangan diketahui upaya tersebut gagal karena ombak besar yang terus menggulung pada saat itu.
Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi, korban dan rekan-rekannya tidak mengetahui keberadaan palung laut yang cukup dalam. Sehingga memiliki arus yang langsung mengarah ke tengah laut. "Kondisi ini diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan korban terseret arus,” kata Dadang.
Sesuai ciri-ciri yang dihimpun tim gabungan pencarian, dijabarkan Dadang, korban memiliki postur tubuh kurus dengan tinggi sekitar 160 sentimeter, rambut ikal, mengenakan kaos berwarna coklat bermotif doreng serta celana legging warna hitam.
Selain itu, korban juga memiliki tato di kedua lengannya dan mengenakan anting di telinga sebelah kiri. "Sebelum kejadian, korban bersama rekan-rekannya telah rutin mencari ikan di Pantai Kondang Merak selama tiga hari berturut-turut. Yakni pada sekitar pukul 17.00 WIB," pungkas Dadang.
