Berkontribusi dalam ICeBES 2024, Mahasiswa Biologi Unisma Angkat Penelitian Antibakteri dari Buah Lokal
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
14 - Dec - 2024, 07:52
JATIMTIMES - Seftya Putri Mahyantika, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Prodi Biologi Universitas Islam Malang (Unisma), dan tim sukses mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam sebuah forum internasional. Hasil penelitian itu dipresentasikan pada 1st International Conference on Biology and Environmental Sciences (ICeBES) 2024.
Ajang bergengsi yang berlangsung belum lama ini diselanggarakan oleh FMIPA Universitas Syiah Kuala. Dalam presentasi di ICeBES 2024, Seftya, bersama Prof Dr Nour Athiroh Abdoes Sjakoer SSi MKes dan Majida Ramadhan SSi MSi memaparkan penelitian berjudul Secondary Metabolite Profile and Antibacterial Activity of Ethanol Extracts of Ceremai (Phyllanthus acidus) and Mulberry (Morus alba) Fruit Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. "Penelitian ini terkait antibakteri dari buah lokal," jelas Seftya.
Baca Juga : Rayakan Kebebasan Berekspresi, Pers Mahasiswa di Malang Gelar Pameran Karya Merdeka dari Bayang Represi
Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam penelitian memanfaatkan buah lokal yakni ciremai dan murbei. Sampel buah ciremai diperoleh dari Probolinggo, Jawa Timur, dan buah murbei dari Malang, Jawa Timur.

Buah-buah tersebut diautentikasi di Laboratorium Materia Medika Herbal, Batu, Jawa Timur. Tentu, dalam prosesnya, buah-buah tersebut mengalami pencucian, pencacahan, pengeringan, dan penyortiran sebelum diolah menjadi serbuk simplisia.
Buah ciremai mengandung asam laktat dan vitamin C yang dapat membantu mengatasi infeksi bakteri atau virus. Asam laktat buah cermai memiliki sifat antibakteri, sehingga dapat memaksimalkan manfaat vitamin C yang tinggi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Begitu juga dengan buah murbei. Buah ini juga mengandung senyawa flavonoid, polifenol, dan tannin yang berfungsi sebagai antibakteri.
Kemudian pada proses ekstraksi, ekstrak etanol ceremai dan murbei dibuat dengan metode maserasi. Sebanyak 100 gram serbuk simplisia diekstraksi dengan etanol 96 persen dengan perbandingan 1:10. Campuran dihomogenkan, kemudian ekstrak dipekatkan menggunakan rotary evaporator.
Setelah itu dilakukan uji fitokimia terhadap alkaloid, flavonoids, saponins, tanins, dan steroid dilakukan dengan menggunakan reagen seperti larutan mayers, wagners, dan salkowskis yang dapat menghentikan penyebaran senyawa bioaktif.
Baca Juga : Kapan Hasil Tes PPPK 2024 Tahap I Diumumkan? Berikut Jadwal Lengkapnya
Lebih lanjut dijelaskan Seftya, penelitian ini didukung oleh pendanaan hibah pengembangan program studi yang bertujuan untuk mengeksplorasi potensi buah lokal Indonesia, yaitu ceremai dan murbei. Dua buah ini dioptimalkan sebagai bahan alami dengan aktivitas antibakteri yang efektif melawan bakteri patogen penyebab infeksi.
Sementara itu, forum ini berjalan dengan format hybrid, memungkinkan peserta hadir baik secara langsung maupun mengikuti sesi secara daring, serta mengangkat tema besar Aligning Biodiversity and Climate Initiatives for a Sustainable Future.
Konferensi internasional ini menjadi wadah bagi para ilmuwan dunia untuk berbagi penelitian yang relevan dengan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim. Seftya berharap bahwa penelitiannya dapat memberikan dampak positif dalam dunia kesehatan sekaligus memperkenalkan kekayaan hayati Indonesia di kancah internasional.
"Tentunya sangat senang dan menjadi satu kebanggaan dapat mempresentasikan dalam ICeBES 2024. Semoga penelitian ini juga bermanfaat bagi dunia kesehatan," pungkasnya.
