Bupati Sanusi Sukses Sehatkan Masyarakat Kabupaten Malang dan Turunkan Stunting
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
14 - Dec - 2024, 12:27
JATIMTIMES - Selama menjabat kurang dari empat tahun, Bupati Malang HM. Sanusi terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat Kabupaten Malang.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyediakan layanan kesehatan maksimal untuk masyarakat dengan tenaga kesehatan yang sudah menjalani pelatihan bersertifikasi.
Baca Juga : Alfamart Sahabat Posyandu Target 3.000 Ibu dan Anak Pahami 1.000 HPK
"Semua layanan kesehatan itu diiringi dengan adanya berbagai pelatihan guna meningkatkan performa tenaga kesehatan," ujar Sanusi dalam keterangannya.
Menurutnya, untuk meningkatkan mutu dan layanan kesehatan, Pemkab Malang juga telah menunjuk 10 lokasi khusus sebagai pilot project Pusat Kesehatan Masyarakat dengan desa melalui program Integrasi Layanan Primer atau ILP.
Program ini diperkuat dengan adanya transformasi layanan yang pencatatannya telah terintegrasi melalui pelaporan e-Puskesmas ke dalam platform Satu Sehat. Hal ini akan memudahkan masyarakat maupun tenaga kesehatan dalam mengetahui riwayat kesehatan masyarakat.
"Di samping itu, juga telah diterapkan program pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit pemerintah bagi semua penduduk miskin Kabupaten Malang," ungkap Sanusi.
Pria asli Gondanglegi, Kabupaten Malang itu mengatakan, dukungan infrastruktur yang memadai dan terakreditasi agar program-program kesehatan dapat terlaksana secara maksimal juga dijalankan dengan baik dan sungguh-sungguh.
"Termasuk dengan adanya penambahan satu unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Kecamatan Ngantang untuk memudahkan masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Barat Kabupaten Malang," beber Sanusi.
Selain itu, pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang juga terus melakukan tindakan preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat. Di mana Pemkab Malang memiliki program skrining HIV dan Tubercolosis atau TBC pada kelompok berisiko seperti ibu hamil dan penduduk berisiko lainnya yang telah dilaksanakan dengan baik.
Selanjutnya, upaya penanganan kegawatdaruratan melalui pemenuhan fasilitas berupa Ambulans Publik Safety Center (PSC) 119 yang selama 24 jam dipastikan standby untuk memberikan layanan medis dan non medis seperti panduan first aid dan evakuasi korban kegawatdaruratan juga sudah dilakukan dengan maksimal.
Sementara itu, terkait dengan penanganan kasua stunting, pihaknya juga terus giat mendorong semua pihak dan elemen masyarakat untuk membantu menurunkankasus stunting. Terlebih lagi, Kabupaten Malang dicanangkan zero stunting pada tahun 2025 mendatang. "Kita targetkan zero stunting 2025 atau turun 50 persen dari kasus tahun ini," kata Sanusi.
Tercatat, pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di Kabupaten Malang berada di kisaran 18 persen. Data tersebut berbeda jauh jika dibandingkan dengan data terbaru bulan timbang pada Februari 2024. Di mana angka stunting di Kabupaten Makang berdasarkan bulan timbang Februari 2024 berada di angka 6,2 persen.
"Kalau menurut bulan timbang itu 6,2 persen, tapi SSGI yang di aplikasi dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) ini masih sekitar 18 persen," jelas Sanusi.
Lebih lanjut, jika pemerintah pusat mengacu pada data SSGI, sejak tahun 2021 atau ketika Sanusi resmi dilantik sebagai Bupati Malang, angka stunting selalu turun tiap tahun.
"Yakni dari awal menjadi bupati angka stunting di 23 persen, sekarang sudah turun menjadi sekitar 18 persen," tutur Sanusi.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah menyampaikan, sudah ada 16 program bidang kesehatan yang telah dilaksanakan Pemkab Malang di tahun 2024.
Program kesehatan Pemkab Malang difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak serta pemenuhan gizi masyarakat. Lalu juga terdapat program Smart Health yang difokuskan untuk mencegah dan menangani warga dengan penyakit tidak menular mematikan. Program tersebut sudah berjalan beberapa tahun secara masif di seluruh desa di wilayah Kabupaten Malang.
"Seperti pengadaan dan pendistribusian alat USG dua dimensi dan telemedicine untuk screening pada ibu hamil, penguatan Ante Natal Care (ANC) terpadu di Puskesmas dan Rumah Sakit Swasta yang diikuti dengan pembinaan pelayanan ANC oleh dokter spesialis," jelas Nurman.
Program lainnya yang juga telah dilaksanakan oleh Pemkab Malang di tahun 2024 yakni screening Hipotiroid Kongenital, Orientasi Keluarga Berencana Pascapersalinan dan Workshop Kesehatan Ibu dan Anak.
Selanjutnya, dalam rangka percepatan perbaikan gizi bagi masyarakat, terdapat beberapa program yang telah dilakukan oleh Pemkab Malang melalui Dinas Kesehatan. Di antaranya seperti pemenuhan alat Antropometri Kit pada semua posyandu, implementasi aplikasi tindik anting sebagai upaya pendeteksi, monitoring dan evaluasi balita stunting, serta pemberian pangan olahan media khusus untuk balita dengan masalah gizi.
Pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan Balita Kurang Gizi, screening anemia pada remaja putri, pemeriksaan kesehatan pada calon pengantin dan pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri juga jadi program rutin yang direalisasikan untuk mewujudkan generasi emas.
"Program tersebut, kemudian juga ditindaklanjuti dengan peningkatan kapasitas dalam deteksi dini masalah gizi pada balita, workshop AKSI Bergizi, orientasi pemberian makanan bayi dan anak serta tata laksana gizi buruk," tandas Nurman.
Sebagai informasi, telah banyak prestasi yang diraih oleh Pemkab Malang maupun Bupati Malang Sanusi di bidang kesehatan. Di antaranya Bupati Sanusi dinobatkan sebagai Top Pembina BUMD 2024; RSUD Kanjuruhan sebagai Top BUMD 2024 Bintang 5; dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Kanjuruhan Bobi Prabowo dinobatkan sebagai Top CEO BUMD 2024.
Selain itu, Kampung KB Jaya Manunggal Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung juara satu kampung keluarga berkualitas terbaik tingkat nasional tahun 2024 kategori kabupaten regional 1; lalu Rosha Nofitasari mendapatkan harapan tiga dalam kompetisi dapur sehat atasi stunting tingkat nasional tahun 2024 kategori kreasi menu sehat dashat oleh keluarga risiko stunting.
Selanjutnya, Bupati Malang HM. Sanusi juya mendapatkan penghargaan atas prestasi dan komitmen serta peran aktif dalam program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana serta percepatan penurunan stunting; serta Kabupaten Malang menjadi juara satu kategori pagu besar apresiasi DAK subbidang KB bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2024.
