Rinjani Menuju Zero Waste 2025: Pendaki Wajib Gunakan Wadah Daur Ulang

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

30 - Nov - 2024, 03:11

Keindahan panorama puncak Gunung Rinjani, Lombok, NTB. (Foto: X @Ainayb_)


JATIMTIMES - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) berkomitmen menerapkan konsep zero waste pada tahun 2025 melalui inisiatif bertajuk "Go Rinjani Zero Waste". Kebijakan ini bertujuan mengurangi sampah di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dengan mengharuskan para pendaki mengemas ulang makanan dan minuman mereka ke dalam wadah yang dapat digunakan kembali. 

Dalam unggahan resmi di akun Instagram BTN Gunung Rinjani, disebutkan bahwa kebijakan ini melibatkan skema reuse dan refill. Pendaki dilarang membawa berbagai jenis sampah plastik sekali pakai, seperti styrofoam, kaleng, plastik, botol kaca, hingga tisu basah. 

Sebagai gantinya, semua bahan makanan dan minuman yang dibawa wajib dikemas ulang dalam wadah yang bisa digunakan berulang kali. "Semeton Rinjani, mari menjadi pendaki yang bijak. Kebersihan gunung adalah tanggung jawab kita bersama. Salam lestari, salam konservasi!" tulis BTN Gunung Rinjani dalam unggahan tersebut, dikutip Sabtu (30/11/2024). 

Kepala Balai TNGR, Yarman, menjelaskan bahwa kebijakan pendakian bebas sampah akan mulai diberlakukan pada April 2025, setelah masa penutupan rutin kawasan pendakian selama tiga bulan (Januari-Maret) untuk pemulihan lingkungan. 

"Tahun 2025, kami akan menerapkan zero waste sehingga tidak ada lagi potensi sampah yang diangkut ke atas Gunung Rinjani," ujar Yarman, dikutip Antara, Sabtu (30/11/2024)

Yarman menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan langkah konkret untuk mendukung implementasi kebijakan ini, termasuk penyediaan boks makanan guna ulang di pintu-pintu masuk pendakian. 

Pendaki yang membawa makanan atau minuman instan dari rumah, seperti mi, kopi, atau roti, diwajibkan mengganti kemasan aslinya dengan boks yang telah disediakan sebelum memulai perjalanan menuju puncak. 

BTNGR juga melibatkan masyarakat sekitar untuk menyediakan makanan dan minuman dalam kemasan guna ulang. Produk-produk hasil pertanian lokal yang sudah siap masak akan tersedia di beberapa titik, seperti pos pendakian atau lokasi terdekat dari resort. Dengan cara ini, diharapkan tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga mendukung perekonomian masyarakat setempat. 

"Jika ingin pendakian bebas sampah, langkah pertama harus dimulai dari pintu masuk hingga keluar. Ini membutuhkan pengawasan ketat dari petugas, yang tentunya menjadi tantangan tersendiri," kata Yarman. 

Saat ini, BTNGR telah memiliki tiga standar operasional prosedur (SOP) yang mencakup pendakian, pengelolaan sampah, dan evakuasi. SOP tersebut menjadi dasar kuat dalam upaya mengelola wisata pendakian yang ramah lingkungan. 

"Kami menyiapkan model boks makanan yang praktis, sehingga potensi sampah bisa diminimalkan," jelas Yarman. 

BTNGR berharap, melalui gerakan ini, Gunung Rinjani tidak hanya menjadi destinasi wisata alam yang indah, tetapi juga contoh sukses penerapan konsep wisata berkelanjutan. Gerakan zero waste ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian alam Rinjani, tetapi juga menginspirasi pendaki untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Salam Lestari!


Topik

Wisata, Rinjani, Gunung Rinjani, Rinjani Zero Waste,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette