Pemkab Malang Belum Rencanakan Lockdown untuk Cegah Persebaran Penyakit Gondongan

07 - Nov - 2024, 07:00

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang Didik Gatot Subroto saat ditemui di sela-sela kegiatan pemerintahannya beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)


JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang belum merencanakan lockdown untuk mencegah persebaran penyakit gondongan yang jumlah kasusnya hingga September 2024 lalu sudah mencapai 2.001 kasus gondongan di Kabupaten Malang. 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyampaikan, bahwa untuk mengambil kebijakan yang tepat dalam mencegah persebaran penyakit gondongan harus dilakukan kajian yang mendalam. 

Baca Juga : Diikuti 8 Negara, Atlet Sepeda Downhill Lokal dan Internasional Bakal Beradu Cepat di Gunung Klemuk

"Belum (diputuskan lockdown). Kita mesti harus melakukan kajian," ungkap Didik kepada JatimTIMES.com.  

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang itu mengatakan, bahwa pihaknya juga telah menginstruksikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Nur Syamsu Dhuha untuk mengundang semua kepala puskesmas. 

"Saya sudah meminta kepada pak Kepala Dinas Kesehatan dengan mengundang semua kepala puskesmas untuk melakukan langkah-langkah dini di wilayah-wilayah yang ada sebaran gondongan," kata Didik. 

Menurutnya, dalam satu pekan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Malang beserta jajaran di bawahnya sedang melakukan pendataan terbaru sebaran penyakit gondongan untuk mengklasifikasi wilayah dengan sebaran tertinggi hingga terendah. 

"Langkah-langkah pencegahan itu langsung kita lakukan. Makanya kita melakukan suatu inventarisasi termasuk kita juga melakukan pencegahan," ujar Didik. 

Pejabat publik yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Tunjungtirto, Singosari ini menyebutkan, bahwa jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Malang melalui kepala puskesmas untuk melakukan sebuah tindakan di wilayah yang sebaran penyakit gondongan tertinggi. 

"Data itu belum masuk, karena baru berjalan. Maka kami targetkan data dan sebarannya sudah bisa terupdate ada di meja saya (pekan ini)," sebut Didik. 

Baca Juga : Tips Cegah Batu Ginjal Secara Alami, PAFI Sarankan Lakukan dari Sekarang

Disinggung jika jumlah kasus sebaran penyakit gondongan masih tetap tinggi pada data terbaru, Didik mengaku akan kembali mengundang seluruh kepala puskesmas beserta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Malang untuk mengambil sebuah kebijakan strategis. 

"Jika tetap naik harus kita kumpulkan dulu. Kami tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Kami harus koordinasikan dengan dinas-dinas terkait," kata Didik. 

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, sejak Januari hingga September 2024, terdapat 2.001 kasus penyakit gondongan di wilayah di Kabupaten Malang. 

Di mana penyakit gondongan mayoritas menyerang anak-anak hingga remaja di usia 5 sampai 14 tahun. Setidaknya terdapat 1.639 kasus atau 81,9 persen penyakit gondongan menyerang anak-anak dan remaja.
 


Topik

Pemerintahan, Pemkab Malang, gondongan, dinkes,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette