Perlanggaran Tak Gunakan Helm Tertinggi di Kota Malang, Berdalih Tujuan Tak Jauh
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
05 - Nov - 2024, 08:58
JATIMTIMES - Polisi kerap mendapati pelanggaran pengendara tak mengenakan helm saat berkendara di jalan raya Kota Malang. Hal ini terbukti dari catatan Satlantas Polresta Malang Kota bahwa pelanggaran terbanyak adalah tak memakai helm pada Operasi Zebra Semeru 2024.
Total ada 930 pelanggar ditindak karena tidak memakai helm. Jumlah ini naik drastis hampir dua kali lipat dibandingkan Operasi Zebra Semeru 2023, yakni 445 pelanggar.
Baca Juga : Ditopang Industri Pengolahan, Triwulan III-2024 Ekonomi Jatim Tumbuh 4,91 Persen
Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Fitria Wijayanti mengatakan, berbagai macam alasan dibuat dan dilontarkan oleh pelanggar yang tidak memakai helm. Salah satunya, berdalih karena lokasi tujuan yang tidak terlalu jauh.
Dengan alasan tersebut, pelanggar sengaja tidak memakai helm. Padahal area yang dilewati adalah jalan raya dan bisa membahayakan nyawa.
“Mereka beralasan hanya pergi ke warung depan, sehingga tidak menggunakan helm. Padahal si pelanggar ini, melalui jalan raya," ungkap Fitria.
Demi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, satlantas berupaya memasifkan sosialisasi kepada masyarakat. Terlebih, pentingnya menggunakan helm sebagai syarat keselamatan berkendara.
“Akan kami masifkan lagi sosialisasi ke masyarakat. Termasuk akan kami tunjukkan gambaran mengenai fatalitas yang terjadi apabila tidak memakai helm,” imhuh Fitria.
Baca Juga : Pakai Niacinamide di Atas 5 Persen, Dokter Kamila: Badai Kerusakan Skin Barrier Akan Terjadi
Hal tersebut dilakukan bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar masyarakat patuh dan tertib berlalu lintas. “Ini agar menjadi suatu reminder atau pengingat ke mana pun mau pergi, baik jaraknya jauh maupun dekat," tambah Fitria.
Selain itu, pentingnya memakai helm juga akan dimasifkan ke sekolah-sekolah. Sehingga diharapkan budaya tertib berlalu lintas sudah terbangun sejak dini.
