Waspada Cuaca Ekstrem, Pjs. Bupati Blitar Ajak Masyarakat Siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Dede Nana
05 - Nov - 2024, 12:44
JATIMTIMES - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Blitar dalam beberapa hari terakhir mendorong Pjs. Bupati Blitar, Jumadi, untuk meninjau langsung lokasi terdampak angin puting beliung di Kecamatan Gandusari pada Senin (4/11/2024).
Didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar, Kepala Dinas Perkim, Plt. Kepala Dinas Sosial, dan Muspika Kecamatan Gandusari, Jumadi mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Baca Juga : Menjelang Pemilu AS, Korea Utara Unjuk Kekuatan dengan Uji Coba Rudal Balistik
Dalam kunjungannya ke titik-titik terdampak, Jumadi menyampaikan pentingnya kewaspadaan ekstra dari masyarakat dan pemerintah daerah. Berdasarkan perkiraan BMKG, cuaca ekstrem diprediksi akan berlangsung sejak 31 Oktober hingga 6 November 2024.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Blitar untuk siap siaga menghadapi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan angin puting beliung,” ujar Jumadi.
Selain mengingatkan masyarakat, Jumadi juga menginstruksikan seluruh OPD, terutama BPBD Kabupaten Blitar, untuk meningkatkan kesiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana.
"Seluruh OPD, khususnya BPBD dan instansi terkait, harus terus siaga. Persiapan yang matang dapat meminimalisir dampak bencana yang terjadi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Jumadi mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana. Menurutnya, memahami potensi bencana di lingkungan sekitar adalah langkah awal yang sangat penting.
“Masyarakat diharapkan memantau prakiraan cuaca secara rutin dan waspada terhadap peringatan dini. Selain itu, mitigasi struktural seperti pengerukan sungai, rehabilitasi embung, atau pembuatan sumur resapan juga dapat membantu mengurangi risiko bencana,” jelas Jumadi.
Selama peninjauan, Jumadi dan tim mengunjungi beberapa titik yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Gandusari, seperti di Dusun Ngloding, Desa Sumberagung, Dusun Sukoreno, Desa Sukosewu, dan Dusun Rejosari, Desa Gandusari.
Di sana, ia menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah. Jumadi berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga di tengah situasi sulit ini.
“Kami hadir di sini untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan sembako ini adalah bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat tetap bertahan dan dapat segera bangkit,” katanya.
Tidak hanya itu, Pjs. Bupati Blitar juga menyempatkan diri memberikan tali asih kepada keluarga korban di Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat, yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang saat cuaca buruk melanda.
Baca Juga : Paslon Rijanto-Beky Walkout di Debat Pilbup Blitar, Tim Rini-Ghoni Pertanyakan Kedewasaan Politik
Menurutnya, perhatian dan dukungan moril ini diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan. “Kita turut berduka atas kejadian ini, dan semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya dengan penuh empati.
Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto,yang turut hadir dalam peninjauan, menambahkan bahwa BPBD akan terus memperkuat koordinasi dengan OPD dan lembaga terkait dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Ia menyebutkan bahwa berbagai upaya pencegahan dan mitigasi telah dilakukan, termasuk pemetaan daerah rawan dan penyebaran informasi cuaca kepada masyarakat.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan menyebarkan informasi terkini kepada masyarakat melalui berbagai saluran, agar masyarakat dapat lebih waspada,” jelas Ivong.
Dengan adanya kunjungan Pjs. Bupati dan bantuan langsung dari Pemkab Blitar, diharapkan masyarakat Kabupaten Blitar semakin siap menghadapi cuaca ekstrem.
Jumadi menekankan bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi bencana harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Bencana memang tidak bisa dihindari, namun dengan kesiapan yang matang, dampaknya bisa diminimalisir.
