Arahan Pj Wali Kota Kediri dalam Rapat Netralitas Aparatur Negara di Pemilu 2024

Reporter

Bambang Setioko

Editor

Yunan Helmy

22 - Oct - 2024, 05:12

Kegiatan rapat bertempat di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, yang diikuti oleh camat dan lurah se-Kota Kediri, babinsa, dan bhabinkamtibmas. Foto (Istimewa).


JATIMTIMES - Pj Wali Kota Kediri Zanariah memberikan arahan pada kegiatan rapat netralitas aparatur negara dalam Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Wali Kota dan Wakil Walik Kota Kediri tahun 2024, Selasa (22/10). Kegiatan ini bertempat di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, yang diikuti oleh camat dan lurah se-Kota Kediri, babinsa, dan bhabinkamtibmas.

Tahapan kampanye terbuka pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, serta wali kota dan wakil wali kota Kediri serentak tahun 2024 telah bergulir hampir satu bulan lamanya. Oleh karena itu, Pj wali kota Kediri mengingatkan bahwa sebagai ASN, TNI, dan Polri, netralitas merupakan harga mati terutama di tahun politik seperti saat ini. Untuk itu, Diharapkan tetap memegang teguh nilai netralitas ini sebaik mungkin. Setiap ASN, TNI dan Polri wajib bebas konflik kepentingan, bebas intervensi, bebas pengaruh, adil, objektif dan tidak memihak dalam dimensi pelaksanaan pemilu penyelenggaran pelayanan publik, dan pembuatan kebijakan.

Baca Juga : Ditanya Upaya Urai Kemacetan, Paslon Nurochman-Heli Tangguh Hadapi Komentar Paslon Lain

Lebih lanjut, Zanariah mengungkapkan netralitas bukan hanya sekedar slogan, melainkan sebuah komitmen yang harus  dijaga bersama. Aparatur negara dituntut untuk selalu bersikap adil, tidak memihak, dan menjunjung tinggi kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Camat dan forkopimcam, serta lurah, babinsa, dan bhabinkamtibmas memiliki peran strategis dalam menjaga kondusifitas di tingkat bawah. Karena mereka adalah ujung tombak pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Oleh karena itu, netralitas aparatur negara menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak yang sama dalam berpartisipasi pada pesta demokrasi,” kata Pj wali kota Kediri. 

Di akhir arahannya, Pj Wali Kota Kediri tidak bosan mengingatkan para aparatur negara ini untuk selalu menjaga integritas, hindari politik praktis, sosialisasikan pentingnya netralitas, serta bila menemukan pelanggaran untuk segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang. 

"Selain itu, saya  meminta ASN, TNI dan Polri untuk sama-sama bijak menggunakan media sosial dan menahan diri berperilaku di dalamnya, baik menyukai, membagikan, maupun mengomentari konten berbau politik dan pilkada. Lalu, hati-hati ketika berpose foto dengan gestur-gestur tertentu, apalagi dengan membawa alat peraga kampanye. Banyaknya berita yang viral terkait netralitas, patut menjadi pelajaran dan menambah kewaspadaan kita semua. Di samping itu, saya juga minta bapak ibu senantiasa selektif dalam menghadiri berbagai acara utamanya yang diduga terafiliasi oleh politik praktis," tutupnya. 

Baca Juga : Rombongan Muslimat NU Serbu Pasar Murah Disperindag di Donomulyo

Pada kesempatan ini, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, Pasi Intel Kodim 0809 Kediri Kapten Inf Johar Mustofa, dan Ketua Bawaslu Kota Kediri Yudi Agung Nugraha turut memberikan pengarahan kepada para peserta rapat. 

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, Inspektur Kota Kediri Muklis Isnaini, Kepala Bakesbangpol Kota Kediri Indun Munawaroh, Kabag Pemerintahan Ade Trifianto serta peserta rapat.


Topik

Pemerintahan, Netralitas ASN, Kota Kediri, Pemkot Kediri,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette