Musim Kemarau, BPBD Jatim Antisipasi Bencana Kekeringan dan Karhutla
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
A Yahya
20 - Jun - 2024, 03:31
JATIMTIMES - Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) mulai melakukan antisipasi terhadap datangnya bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatoloogi, dan Geofisika (BMKG) kekeringan mulai terjadi bulan Juli hingga akhir Desember. Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyebut, terdapat potensi bencana yang mengancam sejumlah daerah.
Baca Juga : The Tielman Brothers: Dari Surabaya ke Panggung Indorock yang Mengguncang Dunia
“Kami melakukan antisipasi seperti tahun lalu ada 800 desa/kelurahan yang menjadi perhatian kami. Khususnya di wilayah Lamongan, Madura, Trenggalek dan Pacitan,” ujar Gatot Soebroto melalui keterangan resmi, Kamis (20/6/2024)
Gatot menyampaikan, pihak BPBD juga bekerjasama dengan Dinas Kehutanan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Karena menurutnya ada beberapa titik lahan yang mengalami kebakaran meskipun kecil luasan lahannya.
“Selain itu terkait pertanian, sesuai arahan Presiden kami harus memperhatikan tanggul atau bendungan. Jika debit airnya berkurang maka harus dilakukan teknologi modifikasi cuaca atau TMC agar bisa mengaliri sawah,” katanya.
Tahun lalu, bencana Karhutla tergolong cukup banyak menimpa Jatim. Gatot mengatakan meskipun tahun ini berdasarkan informasi BMKG cuaca panas tidak seperti tahun sebelumnya, pihaknya melakukan antisipasi yang sama.
Baca Juga : Gugurnya Sri Makurung Prabu Handayaningrat: Kesetiaan dan Perjuangan Terakhir Pengging untuk Majapahit
Yakni melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta masyarakat peduli api.
“BMKG juga sudah mengingatkan untuk siaga, misalnya kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait helikopter yang digunakan untuk aeroseeding maupun water bombing,” pungkasnya.
