Ibadah Kurban Wujud Ketakwaan dalam Membangun dan Mengembangkan Kesalehan Sosial dan Individu
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Nurlayla Ratri
15 - Jun - 2024, 06:57
JATIMTIMES - Ibadah kurban merupakan perwujudan ketakwaan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT, yang kemudian Allah juga memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam untuk berkurban. Landasan ibadah kurban umat Islam sama halnya dengan Nabi Ibrahim AS, yakni ketakwaan dan keikhlasan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso dalam siarannya persnya pada Sabtu (15/6/2024).
Baca Juga : Imigrasi Blitar Deportasi Dua WNA Pakistan Terlibat Pengumpulan Donasi Ilegal
KH Chriswanto mengajak umat Islam menata niatnya dalam berkurban. Ketakwaan kepada Allah dan keikhlasan harus menjadi landasan dalam berkurban dalam membangun dan mengembangkan kesalehan sosial dan individu.
“Kurban bisa dilaksanakan siapa saja, tidak hanya orang kaya. Mereka yang tidak mampu bisa melaksanakan kurban. Maka, kuncinya adalah ketakwaan kepada Allah. Dari rasa takwa tersebut, seseorang bisa menggerakkan diri untuk beribadah, termasuk berkurban,” ujar KH Chriswanto.
Selanjutnya Tokoh yang akrab P Chris itu merujuk beberapa praktik kurban pada masa Rasulullah, seperti satu orang dengan satu hewan kurban.
“Andaikan tidak mampu, satu hewan kurban untuk tujuh orang. Adapula satu hewan kurban untuk satu keluarga. Bahkan Rasulullah mengurbankan dua ekor kambing. Satu kambing untuk keluarganya dan satu kambing dikurbankan untuk umat Islam yang tidak sempat berkurban,” tambah Bunya.
Kemudahan-kemudahan itu, mendorong DPP LDII mengajak warganya untuk mempraktekkan kurban sesuai dengan kemampuannya.
“Ketakwaan menjadi pendorong warga kami, sehingga pada dalam posisi strata sosial apapun, warga LDII siap untuk berkurban. Di majelis-majelis taklim tingkat kelurahan atau PAC LDII, mereka yang tidak mampu menabung lalu patungan membeli hewan kurban,” imbuh P. Chris.
Dalam majelis-majelis taklim diajarkan ayat dan hadits mengenai keutamaan kurban, mulai dari pahala dan manfaatnya.
“Amalan yang mengalahkan jihad dan paling dicintai Allah pada 10 Zulhijah atau Idul Adha, adalah menyembelih kurban karena takwa,” imbuh KH Chriswanto.
Hal senada disampaikan Sekretaris Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya dimana ketakwaan menjadi dasar kesalehan individu untuk melaksanakan kurban.
“Dari ketakwaan itu mendorong warga kami menabung. Mereka meskipun kekurangan tidak berharap daging untuk keperluan pribadi, namun berbagi dengan tetangga atau siapapun,” jelas Dody...