Angka Pernikahan Indonesia Menurun 28,63% dalam 10 Tahun Terakhir 

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

06 - Jun - 2024, 12:51

Ilustrasi foto pernikahan. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - Angka pernikahan di Indonesia menunjukkan penurunan drastis sebesar 28,63% atau menyusut 632.791. Penurunan ini mengundang perhatian para ahli demografi dan sosio-ekonomi, memunculkan berbagai spekulasi mengenai penyebab di balik tren ini. 

Melansir data yang dirilis BPS, angka pernikahan di Indonesia mencapai titik terendah dalam sepuluh tahun terakhir. Yakni di 2023, jumlah pernikahan di Indonesia 1.577.255. Angka ini turun sekitar 128 ribu dibandingkan angka pernikahan di tahun 2022.

Baca Juga : Disnaker-PMPTSP Beber Pemicu Gen Z Banyak 'Nganggur' di Kota Malang

Sementara itu, berdasarkan data Statistik Pemuda Indonesia 2023 yang dirilis BPS, tren menunda pernikahan naik dalam beberapa tahun terakhir. 

Diketahui, definisi pemuda yang menjadi acuan data BPS merujuk pada UU Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan. Di mana definisi pemuda adalah warga negara Indonesia yang berusia 16 sampai 30 tahun.

Jumlah pemuda yang belum menikah sejak 2014 terus meningkat, di angka 54,11 persen. Kemudian pada 2023 angka pemuda yang belum menikah mencapai 68,29 persen. 

Ada beberapa faktor yang menjadi alasan meningkatnya minta pemuda untuk menikah. Salah satunya, karena adanya kebijakan usia minimal perkawinan dalam Undang-undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan.

Baca Juga : Anev Sitkamtibmas, Kapolres Kediri Mendapat Penghargaan dari Kapolda Jatim

Di mana ketentuan dalam Undang-Undang Pernikahan Nomor 1 Tahun 1974 tentang batas usia minimal bagi perempuan untuk menikah. Dari yang sebelumnya 16 tahun menjadi 19 tahun, sama dengan batas usia minimal bagi laki-laki untuk menikah.

Selain itu, tren menunda menikah didominasi oleh pemuda yang tinggal di perkotaan. Data BPS 2023 menyebutkan, jumlah pemuda yang tinggal di kota dan belum menikah sebanyak 75,52%. Dibandingkan pemuda desa di tahun yang sama sebanyak 61,97%. 


Topik

Serba Serbi, Bps, pernikahan menurun, tren pernikahan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette