Pakar Teknik Sipil: Saat Gempa, Waspada Kerusakan Area Rumah Ini

Editor

Yunan Helmy

14 - Apr - 2024, 05:38

Ilustrasi bangunan roboh (ist)


JATIMTIMES - Gempa bumi menjadi salah satu hal yang kerap terjadi di Indonesia. Telah banyak kasus gempa bumi terjadi di berbagai wilayah dengan magnitudo yang berbeda-beda. 

Imbas  gempadapat saja membuat berbagai kerusakan jalan, gedung, hingga rumah dalam skal kecil ataupun besar. 

Baca Juga : 10 Manfaat Jus Alpukat untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Dan saat terjadi gempa, terlebih ketika berada didalam rumah, seseorang haruslah berhati-hati dan waspada akan kondisi sekitar.  Aulia Indira Kumalasari ST MT, dosen teknik sipil salah satu kampus swasta di Kota Malang, menjelaskan bahwa  bagian rumah yang harus waspadai saat terjadinya gempa adalah area sambungan balok dan kolom pada bangunan atau rumah (beam column joint).  Sebab, jika struktur ini rusak atau retak, maka bangunan atau rumah berpotensi  roboh. Bangunan tersebut tidak memiliki kekuatan, terlebih lagi untuk menahan gempa.

"Kolom kuat (strong column) dan balok lemah (weak beam) sangat penting. Bagian ini menjadi salah satu syarat dalam membangun rumah yang kokoh dan tahan gempa," kata Aulia.

Bagian lain dari bangunan, seperti struktur utama dinding, lantai, dan atap bangunan, juga berpotensi  mengalami kerusakan manakala terjadi gempa. Tentu risiko ini kian tinggi manakala dalam pembangunan rumah, material yang digunakan tidaklah berkualitas. Termasuk juga pada bagian jendela maupun pintu yang rentan mengalami kerusakan. 

Keretakan pada dinding tentunya juga harus diwaspadai. Sebab, hal ini juga menjadi tanda bahaya. Lendutan pada balok disebabkan oleh beban yang berlebihan dan runtuhnya dinding akibat penurunan tanah akibat gempa bumi. 

"Selain itu,  harus berhati-hati terhadap kerusakan yang disebabkan oleh kolom yang bergeser tempat," papar Aulia.

Maka dari itu, untuk menghindari adanya kerusakan bangunan rumah yang membahayakan penghuninya, maka dalam pembangunan rumah, bahan material yang digunakan harus kuat dan tahan gempa.

Mendesain bangunan tentunya juga tak bisa sembarangan, melainkan harus disusun dengan mempertimbangkan faktor-faktor tahan gempa serta perencanaan struktural yang baik. Hal ini termasuk  juga dalam penggunaan perangkat pengaman yang tepat. 

Baca Juga : 5 Rekomendasi Pantai di Malang yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran 2024

Selain itu, untuk semakin menjamin kualitas rumah, dapat juga menambahkan tulangan lentur dan geser serta menambah fleksibilitas pada pilar, seperti film karbon dan pelat karbon. Cara ini kerap digunakan pada gedung-gedung tinggi.

Ketika rumah yang dibangun dengan standar yang tepat dan bahan bangunan berkualitas, tentu ketika terjadi gempa, maka bangunan tersebut akan mampu untuk menahan gempa. Struktur bangunan yang kuat  tidak akan membuat struktur rumah tersebut rusak

"Konstruksi yang tahan gempa sangat penting dalam meminimalkan risiko kerusakan saat terjadi gempa bumi," ucap Aulia.

Dalam  pembangunan yang aman dan tahan gempa, Aulia juga menyarankan agar melibatkan atau dikerjakan oleh orang-orang yang memang profesional. Selain itu, perlu  untuk rutin dilakukan inspeksi dan evaluasi dari kalangan profesional.

"Ini setidaknya menjadi kontrol untuk dapat mencegah kerusakan yang lebih serius dan melindungi nyawa penghuni rumah," pungkas Aulia.


Topik

Serba Serbi, Rumah tahan gempa, gempa bumi, gempa, rumah kokoh,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette