Sempat Bersengketa di Pileg Provinsi Jatim, Dua Politisi PDI Perjuangan ini Akhirnya Damai
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
24 - Mar - 2024, 04:47
JATIMTIMES - Sengketa hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 yang melibatkan dua orang caleg PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur akhirnya ada titik temu. Keduanya yakni H. Gunawan dan Saifudin Zuhri.
Dua politisi PDI Perjuangan ini resmi berdamai. Secara internal partai, keduanya juga bersepakat untuk mencari solusi terbaik. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah.
Baca Juga : Kasus DBD di Jatim Capai 3.638, Dokter Anak Ini Bagikan Cara Mengenali Gejalanya
Dalam hal ini, Basarah menjadikan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno sebagai tauladan. Yakni menggunakan nilai-nilai Pancasila untuk menyelesaikan masalah bangsa dan negara.
Hal itu pula yang ia gunakan sebagai acuan untuk mengajak H. Gunawan dan Saifudin Zuhri untuk menyudahi sengketanya dan berdamai. Sehingga, keduanya pun juga telah bersepakat untuk mufakat.
"Inilah cara kita berdemokrasi. Demokrasi musyawarah mufakat, memang gampang diucapkan, kalimat musyawarah dan mufakat itu, tapi terkadang sulit untuk dilaksanakan," ujar Basarah, Jumat (22/3/2024).
Pria yang menjabat Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan bahwa sebetulnya beberapa hari lalu sudah ada kesepakatan antara Gunawan dan Saifudin untuk menyelesaikan persoalan mereka secara kekeluargaan. Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan datang ke kediaman Gunawan di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang untuk bertemu keduanya.
"Dimana dalam kesepakatan itu, bahwa yang pertama dalam politik seperti pada moment Pemilu ini, tidak boleh merusak persaudaraan di antara kita. Pemilu yang hanya lima tahunan ini tidak boleh merusak persaudaraan dan persatuan di antara kita," jelasnya.
Dirinya menegaskan bahwa keduanya harus bermusyawarah untuk mufakat. Sebagai bentuk keseriusannya, dirinya pun mengajak sejumlah tokoh PDI Perjuangan di Malang. Seperti HM. Sanusi, I Made Riandiana Kartika, Didik Gatot Subroto dan beberapa lainnya.
"Termasuk Saifudin Zuhri sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu dan Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur datang di sini, untuk apa? Untuk membuat nota kesepakatan penyelesaian secara kekeluargaan. Mas Fudin dan Haji Gun membuat kesepakatan bersama, saksinya langsung Ketua MPR RI, Ketua DPP Perjuangan, dan Bupati Malang," tuturnya.
Dari persoalan Gunawan dan Saifudin ada banyak pelajaran berharga yang bisa dijadikan pengalaman bersama. Yakni terkait bagaimana untuk mementingkan kepentingan kelompok daripada ego pribadi.
"Tapi jika wasit yang seharusnya adil malah memihak, memprovokasi kader-kader nya, pengurus-pengurus yang lain untuk bertikai satu sama lain, percayalah kehancuran organisasi yang seperti itu hanya akan tinggal menunggu waktu," terangnya.
Baca Juga : Kisah Pengasingan Ibnu Sina, Ilmuwan Hebat yang Dijuluki sebagai ‘Bapak Kedokteran’
Sementara itu, H Gunawan memberikan apresiasi kepada Basarah yang telah menjadi penengah dalam persoalannya dengan Saifudin. Menurutnya, Basarah merupakan sosok yang bijaksana dalam menyikapi setiap masalah.
Dirinya pun menyadari untuk tetap menjunjung tinggi, kehormatan dan disiplin partai. Serta mengutamakan keutuhan partai, keberhasilan program perjuangan partai ketimbang kepentingan pribadi.
"Termasuk memegang rahasia partai yang menurut sifatnya, harus saya rahasiakan, juga menyelesaikan segala permasalahan partai dengan asas kekeluargaan," terangnya.
Untuk itu, dirinya pun menyadari bahwa sengketa hasil pemilu yang sempat terjadi, tak diharapkan menjadi faktor yang dapat merusak hubungan baik. Terlebih yang telah lama terjalin. Baik hubungan secara organisasi maupun kekeluargaan.
Terpisah, Saifudin Zuhri menyampaikan penyelesaian masalah secara kekeluargaan, musyawarah mufakat, merupakan jalan terbaik. Terlebih, tantangan ke depan yang harus dilalui partai berlambang banteng moncong putih masih sangat panjang.
"Saya menyadari tidak ingin cara penyelesaian yang diambil dapat merusak marwah dan wibawa partai di mata publik, merusak soliditas, persatuan dan keutuhan partai, terlebih di tengah tantangan dan ancaman berbagai pihak eksternal terhadap PDI Perjuangan," ujar Fudin.
