Bupati Sanusi: Skrining Penyakit Jantung Bawaan Bagi Anak-anak Penting Dilakukan
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Dede Nana
01 - Feb - 2024, 11:15
JATIMTIMES - Skrining kesehatan untuk mencegah sejak dini Penyakit Jantung Bawaan (PJB) bagi anak-anak sekolah merupakan hal yang penting untuk dilakukan secara rutin dan masif.
Hal itu disampaikan Bupati Malang HM. Sanusi saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan skrining biru dan pemeriksaan echocardiography penyakit jantung bawaan terhadap anak-anak di SDN 1 Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyampaikan, deteksi dini PJB bagi anak-anak sekolah ini merupakan program dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Cabang Malang yang bersinergi dengan Pemkab Malang.
Menurut Sanusi, kegiatan deteksi dini penyakit jantung bawaan di usia anak-anak sekolah merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, semua orang berpotensi memiliki penyakit jantung jika tidak menjaga pola makan, pola hidup bersih dan sehat, serta kurangnya olahraga.

Maka harus dilakukan pencegahan sejak dini, salah satunya dengn pemeriksaan echocardiography penyakit jantung bawaan kepada anak-anak usia sekolah, seperti yang dilakukan Perki Cabang Malang di SDN 1 Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang.
"Agar jantung kita tetap sehat itu sejak dini sudah harus diperiksa, ada kelainan atau nggak," ungkap Sanusi saat ditemui di SDN 1 Ngijo, Karangploso, Kamis (1/2/2024).
Pria asli Gondanglegi, Kabupaten Malang ini mengatakan, jika dalam pemeriksaan echocardiography penyakit jantung bawaan, anak-anak terindikasi memiliki penyakit jantung bawaan, maka harus segera dilakukan tindakan medis.
"Kalau ada kelainan sejak dini sudah harus dilakukan tindakan sehingga tidak menunggu nanti ketika terjadi sakit atau kronis. Maka pencegahan lebih baik dilakukan daripada mengobati," jelas Sanusi.
Pejabat publik yang pernah berkarir sebagai seorang guru ini mengharapkan, jangan sampai karena tidak pernah dilakukan deteksi dini penyakit jantung bawaan, anak-anak akhirnya memiliki penyakit jantung bawaan yang parah.
"(Urgensinya) agar tidak terjadi kasus penyakit jantung yang baru terdeteksi ketika sudah parah. Jadi kami menghindari sudah parah tapi baru diobati, jadi sejak dini ini sudah harus dijaga dan supaya pengobatannya juga lebih mudah," terang Sanusi.

Lebih lanjut, dalam kegiatan pemeriksaan echocardiography penyakit jantung bawaan di SDN 1 Ngijo juga digelar launching buku saku edukasi pasien penyakit jantung bawaan dan keluarganya.
Menurut Sanusi, diluncurkannya buku saku edukasi merupakan langkah yang baik dan bagus dalam memberikan edukasi tentang penyakit jantung bawaan. "Ya itu sebagai langkah bagus untuk edukasi agar kita bisa menjaga jantung kita tetap sehat," kata Sanusi.
Sementara itu, sebagai upaya serius Pemkab Malang dalam memberikan penanganan penyakit jantung, dalam waktu dekat Pemkab Malang akan menyiapkan Rumah Sakit Jantung di Kepanjen.
"Kita juga nanti menyiapkan RS di Kepanjen khusus untuk rumah sakit jantung. Nanti dari Kemenkes sudah diarahkan ke sana untuk penyakit jantungnya," tandas Sanusi.
