Moeldoko Tanggapi Isu Pemakzulan Presiden Jokowi: Itu Keinginan Sekelompok Kecil Rakyat Saja
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
27 - Jan - 2024, 10:26
JATIMTIMES - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko turut menanggapi isu pemakzulan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang dihembuskan menjelang masa berakhirnya jabatan Jokowi sebagai Presiden RI.
Mantan Panglima TNI ini menegaskan, bahwa isu pemakzulan Presiden RI Jokowi meripakan isu ataupun agenda yang tidak produktif. Menurut Moeldoko, isu pemakzulan Presiden Jokowi bukanlah keinginan dari rakyat Indonesia.
Baca Juga : Jokowi Memang Boleh Berkampanye
"Rakyat yang diinginkan bukan itu (pemakzulan Presiden Jokowi), itu hanya (keinginan) sekelompok kecil rakyat saja. Tapi rakyat yang diinginkan bagaimana sejahtera, bagaimana aman, fokusnya ke situ," tegas Moeldoko kepada awak media.
Menurutnya, saat ini pemerintah sedang fokus bekerja secara maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, Jokowi akan mengakhiri jabatannya sebagai presiden secara resmi pada Oktober 2024 mendatang.
"Pemerintah itu sedang fokus ya, semua menteri sangat-sangat fokus, karena istilahnya kita kejar target. Waktu kita relatif delapan bulan, jadi semua fokus pada pekerjaannya," ujar Moeldoko.
Untuk itu, menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini, saat ini pemerintah sedang fokus memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh rakyat, tanpa terganggu dengan situasi dan dinamika politik yang sedang berkembang.
"Berikutnya kita berada di situasi global seperti saat ini, ya lebih konsen lagi agar ekonomi kita tetap terjaga," tutur Moeldoko.
Pejabat publik kelahiran Kediri ini mengimbau secara tegas kepada seluruh pihak, jangan ada yang membuat agenda-agenda terselubung untuk menggulingkan Presiden Joko dengan mengatasnamakan rakyat.
Baca Juga : Sosok Bossman Mardigu yang Viral Diduga Digerebek Warga di Rumah Selingkuhannya
"Jangan ada agenda-agenda lain yang mengatasnamakan rakyat. Rakyat yang mana, paling ya juga itu-itu saja," tegas Moeldoko.
Sebagai informasi, isu pemakzulan Presiden Jokowi muncul pertama kali dari kelompok masyarakat yang bernama Petisi 100. Di mana adanya Petisi 100 tersebut diinisiasi oleh kritikus yakni Faizal Assegaf.
Faizal menyebut, bahwa isu pemakzulan Presiden Jokowi muncul dari keresahan masyarakat yang telah terakumulasi melalui berbagai kanal media sosial dan aksi masyarakat dalam satu tahun terakhir ini.
"Saya simpulkan ide pemakzulan itu keresahan yang muncul di berbagai kanal media sosial melalui aksi-aksi yang sudah hampir satu tahun lebih. Lebih khusus petisi 100 mereka itu sudah menyampaikan surat resmi ke DPR dan MPR," ujar Faizal dalam tayangan Indonesia Lawyer Club, Kamis (18/1/2024).
