Skuad Timnas Indonesia sesaat sebelum melawan Jepang (foto: PSSI)
JATIMTIMES - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong mengaku bangga dengan skuadnya meski telah dikalahkan Jepang dengan skor 1-3 pada laga terakhir grup D Piala Asia 2023 di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar. Shin Tae-yong bangga karena pemainnya banyak yang masih berusia muda.
Berdasarkan statistik, Jepang unggul 72 persen dalam penguasaan bola dibandingkan Indonesia. Total tendangan Jepang pun mencapai 12 percobaan berbanding tiga milik Indonesia.
Shin Tae-yong menilai bahwa timnya saat ini dihuni oleh banyak pemain muda. Dan permainan melawan Timnas Jepang dianggap suatu pencapaian yang cukup bagus.
“Tapi kami punya banyak pemain muda. Biarlah ini menjadi pengalaman bagi mereka, terutama ketika kami mendapatkan penguasaan bola. Kami kesulitan mengembangkan permainan. Itu yang perlu kami perbaiki dan kembangkan,” ungkap Shin Tae-yong.
“Dan saya ingin menyampaikan bahwa tim saya adalah tim yang termuda dengan mendapatkan pengalaman bermain melawan tim terbaik di Asia. Itu akan membantu kami terus berkembang,” imbuh Shin Tae-yong.
Menurut Shin Tae-yong, pemainnya mendapat pelajaran besar dari permainan yang ditampilkan Jepang. Sebab, mereka melakukan pressing yang membuat timnya kesulitan membangun serangan.
“Dari lini serang Jepang punya banyak pemain bagus. Tapi ini bukan soal lini serang saja. Mereka bisa melakukan high pressing dengan sangat baik. Meski kami melakukan penjagaan yang ketat, kami selalu kehilangan bola lagi karena pressing Jepang sangat kuat,” kata Shin Tae-yong.
Selain itu, salah satu faktor di balik kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia adalah kemampuan Takefusa Kubo dan kawan-kawan. Terutama dalam melakukan serangan balik yang efektif.
“Itu membuat kami tidak bisa build up dengan baik. Kami kesulitan membuat koneksi dari satu pemain ke pemain lain,” ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.