Platform Twitter (X) Lakukan Uji Coba Berbayar di Dua Negara Ini, Harganya Rp 15 Ribu Setahun
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
20 - Oct - 2023, 01:17
JATIMTIMES - Kabar kurang mengenakkan datang dari platform media sosial X (dulunya Twitter). Ya, platform milik Elon Musk tersebut telah resmi melakukan uji coba berbayar di dua negara, yakni Selandia Baru dan Filipina.
Peluncuran uji coba X berbayar dengan tema "Not A Bot" di dua negara tersebut dimulai sejak Selasa (17/10/2023) waktu setempat. Hal itu seperti disampaikan dalam unggahan akun X @Support pada Rabu (18/10/2024).
Baca Juga : "Metaverse QnA E-Low Carbon", Inovasi Belajar Menyenangkan dari Dosen Unikama
Pihak X menyebut pengguna baru harus membayar biaya pendaftaran untuk bisa menggunakan fitur X. Biaya langganan yang harus dibayar mencapai USD 1 atau senilai Rp 15.846 per tahun agar pengguna bisa mengunggah konten dan berinteraksi dengan pengguna lain.
"Mulai hari ini, kami menguji coba program baru (Not A Bot) di Selandia Baru dan Filipina. Akun baru yang belum terverifikasi akan diminta untuk mendaftar langganan tahunan $1 agar dapat memposting dan berinteraksi dengan postingan lain. Dalam pengujian ini, pengguna lama tidak terpengaruh," tulis akun @Support, Rabu (18/10/2023).
Menurut X, uji coba berbayar X ini merupakan bentuk pengembangan untuk memberantas akun palsu atau bot di platform. Dengan adanya biaya langganan, X berharap jumlah spammer atau bot bisa berkurang.
"Pengujian baru ini dikembangkan untuk mendukung upaya signifikan kami dalam mengurangi spam, manipulasi platform, dan aktivitas bot. Hal ini akan mengevaluasi langkah yang berpotensi ampuh untuk membantu kami memerangi bot dan spammer di X, sekaligus menyeimbangkan aksesibilitas platform dengan jumlah biaya yang kecil," tutur X.
Lebih lanjut pihaknya menilai jika pembelakuan pembayaran penggunaan platform X ini bisa menjadi cara jitu untuk menekan jumlah bot yang ada di X.
Baca Juga : Ikut Terlibat Pemulihan Dampak Pandemi, Bank Jatim Terima Penghargaan Jatim Bangkit AwardsÂ
Sebenarnya kabar tersebut bukan baru lagi, sebelumnya pemilik X Elon Musk sudah menyinggung platform X yang akan berbayar, sejak beberapa bulan lalu.
Pernyataan Elon Musk tersebut disampaikan saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kala itu, Musk menyebut bahwa perusahaannya akan mematok bayaran bulanan yang kecil bagi pengguna untuk memerangi bot.
Namun, langkah Musk ini mendapat kritik dari para pengguna X. Sebab pengguna X menilai jika pelaku kejahatan masih bersedia dan mampu membayar biaya bulanan di X.
