Inilah Kondisi Sedekah yang Paling Besar Pahalanya
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Nurlayla Ratri
10 - Sep - 2023, 03:58
JATIMTIMES - Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat disukai Allah SWT. Suatu ketika, pernah seorang umat Rasulullah SAW mendatangi Rasulullah dan melontarkan sebuah pertanyaan.
Diolah dari beberapa sumber, tentang seorang lelaki yang mendatangi Rasulullah terdapat dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah dalam sebuah Kitab Zakat.
Baca Juga : Update Korban Gempa Maroko: Lebih dari 2.000 Orang Tewas, yang Tidur di Luar Selamat
"Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata, "Ya Rasulullah, sedekah mana yang paling besar pahalanya?"
Rasulullah bersabda, "Yaitu jika engkau bersedekah, engkau itu masih sehat dan sebenarnya engkau kikir. Kau takut menjadi fakir dan engkau sangat berharap menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkongan lalu berkata, 'Yang ini untuk fulan dan yang ini untuk fulan,' padahal yang demikian itu memang untuk fulan." (HR Muttafaq'alaih).
Dari hadits tersebut, Imam an Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 1 menafsirkan, bahwa kondisi sedekah di atas adalah kondisi sedekah dalam keadaan sehat. Kondisi ini bentuk sedekahnya adalah yang paling besar pahalanya. Tetapi, menurutnya, sifat kikir dalam seseorang paling terlihat saat dalam keadaan sehat.
"Bila ia bersikap dermawan dan bersedekah, dalam keadaan sehat, maka itu membuktikan keikhlasan hatinya dan cintanya yang besar pada Allah SWT," jelas Imam an-Nawawi dalam kitab tersebut.
Hal ini berbeda dengan seseorang dalam kondisi sakit atau berada mendekati dengan kematian. Pada kondisi ini, membuat seseorang tak lagi melihat hartanya. Sebab, seseorang dalam kondisi tersebut lebih banyak pasrah.
Baca Juga : Konten Kanal YouTube Sunnah Nabi Lecehkan Islam dan Hina Nabi Muhammad Masih Bisa Ditonton Publik
Begitupun dengan penyampaian Asy Syafqawi, yang menyampaikan, bahwa hadits tersebut menunjukkan anjuran muslim untuk bersedekah pada saat sehat, kaya, dan kikir untuk meraih pahala besar.
Syaikh Muhammad Musthafa Imarah dalam Jawahir Al-Bukhari, menterjemahkan, jika keadaan demikian menunjukkan kebenaran tujuan dari bersedekah dan kuatnya keinginan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sehingga, bukan sebaliknya, bersedekah dalam keadaan sakit atau menjelang kematian.
Sedekah sendiri telah diabadikan dal Al-Qur'an surat Al Hadid ayat 18, "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia."
