free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Benarkah Dosa Dilipatgandakan di Bulan Dzulqa’dah? Ini Penjelasannya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Apr - 2026, 06:15

Loading Placeholder
Ilustrasi bulan Dzulqa’dah. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Umat Islam telah berada di awal bulan Dzulqa’dah 1447 Hijriah atau tepatnya Rabu, 4 Dzulqa’dah 1447 Hijriah. Bulan ini termasuk dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Salah satu pertanyaan yang kerap dipertanyakan setiap memasuki bulan Dzulqa'dah adalah, benarkah dosa maksiat akan dilipatgandakan di bulan ini?

Adapun, selain Dzulqa’dah, tiga bulan lain haram yang dimuliakan Allah adalah bulan Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Keistimewaan bulan-bulan haram telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

Baca Juga : Hukum Menyakiti Diri dalam Islam: Larangan Tegas dan Konsekuensinya dalam Al-Qur’an dan Hadis

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu,” (QS At-Taubah: 36).

Ayat ini menjelaskan bahwa umat Islam diminta untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama agar tidak berbuat zalim atau maksiat selama bulan-bulan tersebut.

Para ulama menjelaskan, keistimewaan bulan haram tidak hanya terletak pada pahala yang berlipat, tetapi juga pada konsekuensi dari perbuatan buruk yang dilakukan.

Imam Al-Baghawi dalam kitab Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an menjelaskan:

العَمَلُ الصَّالِحُ أَعْظَمُ أَجْرًا فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَالظُّلْمُ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهُنَّ

Artinya, “Amal saleh lebih agung pahalanya di dalam bulan-bulan haram. Sedangkan kezaliman di dalamnya lebih besar dibandingkan bulan lainnya.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa dosa maksiat memang tidak secara matematis “dilipatgandakan”, tetapi bobotnya menjadi lebih berat dibandingkan waktu biasa. Karena itu, perbuatan buruk di bulan Dzulqa’dah memiliki konsekuensi yang lebih berat.

Dalam Islam, segala bentuk kezaliman dan maksiat jelas dilarang kapan pun. Namun, larangan ini semakin ditekankan pada bulan haram. Allah SWT kembali mengingatkan dalam firman-Nya:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Artinya, “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim,” (QS Asy-Syura: 40).

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga memberikan peringatan terkait kezaliman:

اتَّقُوْا اللهَ، وَإِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Baca Juga : Kritisi Cara Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu, MUI: Tak Sesuai Prinsip Kesejahteraan Hewan

Artinya, “Bertakwalah kepada Allah dan jauhilah kezaliman, karena kezaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat,” (HR Abdullah bin Umar).

Dengan berbagai keutamaan tersebut, Dzulqa’dah seharusnya menjadi momentum untuk memperbanyak amal baik sekaligus menahan diri dari perbuatan buruk. Tidak hanya ibadah yakni menjaga hubungan dengan Allah, tetapi juga menjaga sikap dalam kehidupan sosial.

Upaya ini tentu tidak mudah. Dibutuhkan kesungguhan dan konsistensi agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan. Selain ikhtiar lahir, umat Islam juga dianjurkan memperkuat ikhtiar batin melalui doa.

Salah satu doa yang bisa diamalkan di bulan ini adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذا الشَّهْرِ، ونعوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَحَشْرِ

Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini. Kami berlindung kepada-Mu dari buruknya takdir dan buruknya mahsyar.”

Demikian penjelasan soal dosa yang akan dilipatgandakan dalam bulan Dzulqa’dah. Dari penjelasan di atas, maka diketahui pahala kebaikan dilipatgandakan, sementara dosa memiliki bobot yang lebih berat di bulan ini. 

Karena itu, menjaga diri dari maksiat dan memperbanyak amal menjadi kunci agar tidak merugi di bulan penuh keutamaan ini. Sobat JatimTIMES bisa melaksanakan puasa hingga salat malam di bulan haram atau istimewa ini. Semoga informasi ini bermanfaat. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---