Viral, Anggota Omek Dikeroyok Sekumpulan Pemuda saat Menyambut Maba di UB, Begini Kronologinya

19 - Aug - 2023, 04:27

Tampak anggota Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Omek) yang membawa bendera besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dikeroyok oleh sekumpulan pemuda saat menyambut mahasiswa baru setelah pelaksanaan ospek, Rabu (16/8/2023). (Foto: Tangkapan layar video viral)


JATIMTIMES - Viral, sebuah video berdurasi 19 detik yang menunjukkan beberapa anggota Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Omek) yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Universitas Brawijaya (UB) dikeroyok oleh sekumpulan pemuda ketika menyambut mahasiswa baru (maba) yang selesai melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus di tingkat UB. 

Aliansi Cipayung UB sendiri terdiri dari lima kelompok Omek. Di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Baca Juga : Pernah Muncul Memar Tanpa Sebab? Begini Alasannya 

Berdasarkan keterangan dari salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian bernama Syifa, bahwa kejadian pengeroyokan tersebut terjadi pada Rabu (16/8/2023) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Dirinya mengaku, saat terjadinya peristiwa pengeroyokan oleh sekumpulan pemuda terhadap pemuda yang membawa bendera besar PMII, dirinya bersama rekannya berada di sekitaran Jalan Veteran, Kota Malang. 

"Itu kejadiannya hari Rabu (16/8/2023) sekitar pukul 16.00 WIB tepatnya di Gerbang UB Jalan Veteran yang di sisi timur atau biasa kita nyebutnya Gerbang BNI," ujar Syifa, Sabtu (19/8/2023). 

Menurut Syifa, setelah terjadinya pengeroyokan dan perdebatan yang cukup panjang, Gerbang UB di Jalan Veteran sisi timur ditutup oleh pihak keamanan kampus dan massa dari Aliansi Cipayung UB maupun sekumpulan pemuda tersebut berangsur membubarkan diri. 

Sementara itu, salah satu perwakilan Aliansi Cipayung UB yang juga merupakan Ketua Umum HMI Koordinator Komisariat UB M Raffy Nugraha menyampaikan, bahwa kejadian pengeroyokan oleh sekumpulan pemuda tersebut menimpa korban bernama Imam Baihaki yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UB angkatan 2019 sekaligus kader PMII Komisariat Brawijaya. 

Pihaknya melalui keterangan tertulis menjelaskan kronologi pengeroyokan yang dilakukan oleh sekumpulan pemuda kepada Imam. Di mana pada hari Rabu (16/8/2023) sekitar pukul 16.00 WIB, Imam bersama rekan-rekannya dari PMII Komisariat Brawijaya sedang melakukan kegiatan rutin tahunan menyambut mahasiswa baru di Gerbang UB Veteran di sisi timur. 

Ketika Imam mengibarkan bendera PMII berwarna kuning yang berukuran besar di tengah-tengah massa dari PMII serta Omek lainnya, tiba-tiba terjadi penarikan bendera dengan paksa oleh dua sampai tiga orang. 

Merasa bendera kebesaran organisasinya ditarik dengan paksa oleh beberapa pemuda, Imam pun menanyakan ke sekumpulan pemuda siapa yang telah menarik dengan paksa bendera kebesaran organisasinya tersebut. Lalu terjadi perdebatan panas antara Imam dengan sekumpulan pemuda dan tiba-tiba Imam dipukul oleh seorang pemuda yang berada di sebelah kiri Imam. 

"Akhirnya terjadi pengeroyokan kepada Imam oleh 10 sampai 15 orang dan korban tidak bisa melakukan pembelaan," ujar Raffy melalui keterangan tertulis. 

Menurutnya, korban menerima pukulan paling banyak di bagian kepala dan wajah. Baju dan badan korban ditarik secara brutal oleh sekumpulan pemuda, sehingga mengalami robek. Korban pun jatuh tersungkur di dekat pintu Gerbang UB Jalan Veteran sisi timur. 

Baca Juga : Tokoh Bersahaja itu Berpulang

"Saat Imam tersungkur dan terpojok di pagar, lagi-lagi dikeroyok dan dipukuli oleh massa. Lalu Imam diamankan oleh pihak Mako UB dan dipisahkan dari kerumunan massa," jelas Raffy. 

Selain itu, pihaknya juga membeberkan kronologi pengeroyokan yang dilakukan oleh sekumpulan pemuda kepada kader GMKI bernama Tito Raja Sianturi yang merupakan mahasiswa Fakultas Vokasi angkatan 2019 pada Rabu (16/8/2023) sekitar pukul 17.30 WIB di Gerbang UB utama di Jalan Veteran. 

Raffy mengatakan, bahwa kejadian pengeroyokan bermula ketika Tito mendapatkan informasi dari kader GMKI bahwa terdapat entitas yang menamakan diri sebagai Anti Omek yang melakukan perobekan brosur Omek. 

Di mana menurutnya, peristiwa tersebut sudah menurunkan harga diri sebuah organisasi. Kemudian, Tito mendatangi pelaku perobekan dengan menanyakan secara baik-baik. Namun, pelaku tidak terima atas kedatangan Tito yang menanyakan maksud perobekan brosur tersebut. 

Lalu, menurut Raffy, berdasarkan keterangan yang diterima dari Tito dan beberapa saksi, sebanyak 20 orang rekan dari pelaku menghampiri Tito dengan melakukan intimidasi kepada yang bersangkutan. 

"Setelah berdebat, akhirnya Tito didorong tepat di depan pamflet putih di sebelah kiri warung biru dan langsung terjadi pemukulan dan pengeroyokan kepada Tito yang mengarah ke rahang kanan dan menyisakan goresan leher kanan," terang Raffy. 

Pihaknya mengatakan, Aliansi Cipayung UB telah membawa kasus pengeroyokan ini ke ranah hukum dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota dengan laporan polisi nomor: LP/B/489/VIII/2023/SPKT/Polresta Malang Kota/Polda Jawa Timur tertanggal 16 Agustus 2023 pukul 23.58 WIB. "Kita sudah buat laporan polisi ke Polresta Malang Kota," pungkas Raffy. 


Topik

Peristiwa, Organisasi Ekstra Kampu, omek, ub, universitas brawijaya, pengeroyokan, kericuhan mahasiswa,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette