Bolehkah Puasa Arafah Saat Sebagian Muslim Sudah Rayakan Idul Adha?
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
19 - Jun - 2023, 04:55
JATIMTIMES - Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah dua puasa sunnah yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, sebelum Idul Adha.
Tepatnya, Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijjah dan Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijjah.
Baca Juga : Puasa Arafah Ikut Hasil Sidang Isbat atau Bertepatan Wukuf di Arab?
Lantas bagaimana jika penetapan 1 Zulhijjah berbeda antara umat muslim satu dan umat muslim lainnya. Karena perbedaan itu juga dimungkinkan hari pelaksanaan puasa Arafah juga mengalami perbedaan. Sehingga juga dimungkinkan umat muslim ini masih berpuasa, namun umat muslim lainnya sudah Idul Adha.
Padahal Rasululullah melarang umatnya untuk berpuasa saat Hari Raya Idul Adha. Dalam hadits Rasulullah secara jelas melarang umatnya untuk berpuasa pada hari-hari besar Islam.
Hadist tersebut dikisahkan dari Abu Sa'id Al Khudri RA yang mengutip perkataan Rasulullah SAW. Ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha." (HR Muslim).
Diketahui, penetapan Idul Adha 2023 antara Indonesia dengan Arab Saudi berbeda. Indonesia menetapkan Idul Adha pada Kamis, (29/6/2023), sedangkan idul Adha di Arab Saudi jatuh pada Rabu, (28/6/2023).
Perbedaan penetapan Idul Adha 2022 ini pun menyebabkan perbedaan waktu dalam pelaksanaan puasa Arafah. Puasa Arafah jatuh pada Selasa (27/6/2023) bagi yang menetapkan Idul Adha Rabu, (28/6/2023). Begitu juga apabila idul adha pada Kamis, (29/6/2023), maka puasa Arafah jatuh pada Rabu, (28/6/2023).
Permasalahan ini sebenarnya juga pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Syekh Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah menunjukkan keterangan hadist bahwa Aisyah RA tetap mengamalkan puasa Arafah meski ada kekhawatiran waktu tersebut bertepatan dengan Idul Adha di wilayah lainnya.
Baca Juga : Arab Saudi Tetapkan Idul Adha 28 Juni, Wukuf 27 Juni, Beda dengan Indonesia?
"Masruq (seorang tabi'in) menyarankan beliau (Aisyah) untuk tidak berpuasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah karena khawatir hari tersebut adalah tanggal 10 Dzulhijjah yang terlarang untuk berpuasa," kata Syekh Al Albani yang diterjemahkan oleh Muhammad Hadi Bashori dalam buku "Berpuasa dan Berlebaran Bersama".
Aisyah RA pun kemudian menjawab keresahan Masruq dan mengatakan, segala sesuatunya lebih diutamakan dengan mengikuti yang mayoritas. Aisyah RA kemudian mengutip hadits yang pernah disabdakan Rasulullah SAW berikut:
"Puasa adalah hari di mana kalian semua berpuasa. Idul Fitri adalah hari di mana kalian semua berlebaran. Idul Adha adalah hari di mana kalian semua menyembelih." (HR Tirmdzi).
Berdasarkan hadits tersebut, Syekh Al Albani menyimpulkan bahwa tidak masalah mengamalkan puasa Arafah meski sudah ada yang merayakan Idul Adha lebih dulu. Sebab, berpuasa Arafah pada 28 Juni, sudah mengacu pada ketetapan pemerintah Indonesia selaku pihak dengan kewenangan tertinggi dan diikuti oleh mayoritas umat muslim di Indonesia.
