Cuaca Tidak Menentu, Usaha Jasa Penggilingan Padi di Banyuwangi Sepi

Reporter

Nurhadi Joyo

11 - Jun - 2023, 03:11

Agus Hariyanto saat melayani pembeli katul di tempat usahanya di lingkungan Concrong kelurahan Boyolangu kecamatan Giri Banyuwangi (Foto; Nurhadi Banyuwagi TIMES)


JATIMTIMES - Kondisi usaha jasa penggilingan padi skala kecil atau skala rumahan di Banyuwangi stagnan. Baik sebelum maupun pasca pandemi Covid 19, tidak ada perbedaan signifikan karena dipengaruhi hasil pertanian dan cuaca yang ada.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh  Agus Hariyanto, salah seorang pelaku usaha jasa penggilingan padi di lingkungan  Concrong Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Banyuwangi, Sabtu (11/06/2023).

Baca Juga : Kisah Fatimah az-Zahra Bersedih dan Rasullullah Membuat Batu Penggiling Gandum yang Berputar Sendiri

Menurut Agus, usahanya saat ini lagi sepi karena cuaca yang tidak menentu. Sehingga, pihaknya kesulitan menjemur gabah dan sebagian lahan petani padi rusak karena serangan hama wereng.

Agus menuturkan dalam kondisi normal dia bisa nyelep atau menggiling gabah sekitar 2 kuintal atau 200 kilogram dengan ongkos Rp600 per kilogram beras. Selain itu, akan mendapatkan keuntungan langsung berupa bekatul atau dedak yang dijual dengan harga Rp2.000 per kilogram. 

Kemudian, ada sekam atau merang yang biasa dijual setelah dikumpulkan sekitar 4 - 5 bulan sekali dengan harga Rp5.000 per karung.

Salah satu kendala dihadapi dalam menekuni usaha jasa penggilingan padi terkadang ada kerusakan mesin giling yang miliknya.

”Untuk kerusakan ringan bisa diperbaiki sendiri. Tetapi kalau rusaknya lumayan berat  ya harus mendatangkan tukang servis atau jasa montir untuk perbaikan,” jelas Agus.

Dalam melakukan pekerjaannya, Agus ditemani oleh seorang pekerja yang membantu saat melakukan penjemuran dan mengangkat gabah kering ke mesin penggilingan, membantu melayani penjualan katul dan lain sebagainya.

Baca Juga : 230 Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Ikuti Prosesi Wisuda Sarjana

Dari usaha jasa yang ditekuni sejak sekitar 2011 lalu, Agus bisa menghidupi keluarganya. Bahkan salah seorang anaknya saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang ada di Banyuwangi.

Ayah 3 anak itu menambahkan selain menekuni usaha jasa pemilihan padi,  dia juga berusaha menanam padi di sawah dan ternak sapi sebagai usaha sambilan sekaligus tabungan dan saat ini memiliki dua ekor sapi.

Adapun pelanggan usaha penggilingan padi yang ditekuni oleh Agus adalah para tetangga dan masyarakat sekitar yang ada di Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Banyuwangi.


Topik

Ekonomi, Banyuwangi, penggilingan padi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette