Tak Kalah Menarik dengan Kampung Warna Warni, Jembatan Embong Brantas Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
20 - Apr - 2023, 12:17
JATIMTIMES - Bagi warga Kota Malang, Jembatan Embong Brantas tidak akan asing lagi. Sebab, jembatan yang ada sejak zaman kolonial itu kini menjadi akses wisatawan untuk menikmati dua kampung tematik.
Yang menarik, hingga saat ini Jembatan Embong Brantas masih menjadi kawasan yang kerap dituju oleh wisatawan mancanegara ketika berkunjung ke Kota Malang. Mereka pun tak lupa untuk mengabadikan momen dengan berfoto di jembatan bersejarah tersebut.
Baca Juga : Wisata Murah Watu Mabur Mangunan, Bisa Berkemah Sambil Menikmati Keindahan Alam
Diolah dari berbagai sumber, Jembatan Embong Brantas yang terletak di Jalan Gatot Subroto itu berdiri sejak kurang lebih tahun 1890 lalu. Tak pelak, arsitektur khas Eropa pada jembatan tersebut membuat turis asing tertarik.
Jembatan yang dapat melihat dua kampung tematik di Kota Malang itu disebut memiliki fungsi utama penghubung antara Malang bagian utara dengan selatan. Sehingga, kaitannya dengan transportasi dan peningkatan ekonomi juga sangat lekat.
Selain itu, jembatan tersebut sebagai jalur pos dan erat kaitannya dengan adanya titik nol kilometer yang letaknya tidak jauh.
Sebelum adanya Jembatan Embong Brantas, masyarakat memanfaatkan jembatan kereta api untuk melintas. Letaknya sekitar 200 hingga 300 meter di sisi timur. Karena saat itu masyarakat banyak menggunakan jembatan kereta api untuk menyebrang, Pemerintah Hindia Belanda pun membangun jembatan yang berada di sisi sebelah barat dari jembatan kereta api, yang sekarang Jembatan Embong Brantas. Dibangun oleh kontraktor Tionghoa tahun 1890.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Jembatan Embong Brantas pada 1950 dipugar untuk diperpanjang dan diperlebar menyesuaikan kebutuhan arus kendaraan yang melintas. Karena sejak dibangun awal, jembatan tersebut tak selebar saat ini.
Ketua Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang, Isa Wahyudi mengatakan, Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi masih menjadi pilihan favorit wisatawan mancanegara. Rata-rata ada puluhan turis yang berkunjung setiap harinya.
Baca Juga : Jangan Lupa Reservasi, Berikut Tarif Camping di Nawang Jagad
“Wisman yang berkunjung ada dari Asia, Eropa, Amerika dan Australia. Mereka ada yang backpacker sendirian, bersama keluarga atau rombongan. Memang dua kampung tematik tersebut yang masih didominasi kunjungan wisman-nya, sebenarnya dekat dua lokasi tersebut juga ada Kampung Biru Arema,” kata Isa.
Sebagai informasi, wisatawan yang berkunjung di Kampung Warna Warni dapat melihat dinding rumah-rumah warga dicat dengan warna beragam. Spot-spot menarik untuk berfoto dan instagramable juga bisa ditemukan.
Tidak jauh dari Kampung Warna Warni terdapat Kampung Tridi yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Disana, terdapat mural tiga dimensi yang terlihat seperti gambar hidup di hampir seluruh dinding luar rumah-rumah.
