Viral Video PUMA Batalkan Kontrak dengan Asosiasi Sepak Bola Israel Ternyata "April Mop"
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
06 - Apr - 2023, 03:37
JATIMTIMES - Beredar viral sebuah video yang menarasikan seorang juru bicara PUMA menyebutkan bahwa kontraknya dengan Asosiasi Sepak Bola Israel akan diputus pada 2022/2023.
Dalam video viral, salah satunya diunggah akun Twitter @ManPalistine menunjukkan bahwa PUMA telah memutuskan untuk mengakhiri kontraknya dengan Asosiasi Sepak Bola Israel.
Baca Juga : 6 Ide Hampers Lebaran Cocok Dibagikan Sahabat, Kolega hingga Keluarga
“Kami di PUMA mengumumkan bahwa kami tidak akan memperbarui kontrak kami dengan Asosiasi Sepak Bola ‘Israel’ setelah musim 2022/23,” kata seorang perempuan yang dinarasikan sebagai juru bicara dalam video yang beredar.
Sejak diunggah, video itu pun viral di media sosial. Menurut akun tersebut, banyak publik yang mempercayai video tersebut. Padahal video itu adalah "April Mop" alias hanya lelucon atau kebohongan belaka.
“Berita kemarin di PUMA adalah "April Mop". Sebenarnya itu adalah gambaran nyata dari tindakan PUMA yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan terhadap rezim Apartheid Israel,” kata akun yang mengatasnamakan kelompok pendukung pro-Palestina tersebut.
“Kami menyerukan kepada semua orang untuk memboikot PUMA dan siapa pun yang terlibat dalam kejahatan ‘Israel’ terhadap Palestina. Kita harus meningkatkan tekanan pada PUMA, dan terus kampanye untuk melawan mereka, dan tidak memberi mereka pilihan selain mengakhiri kontrak mereka dengan ‘Israel’ pada 2023,” bunyi pernyataan kelompok pro-Palestina, dikutip dari Doha News.
Kelompok Pro-Palestina juga mengecam lelucon “April Mop” yang dibuat oleh kelompok aktivis berbasis di Inggris itu. Mereka menilai lelucon ini sebagai bentuk yang “sangat tidak bertanggung jawab”.
Sejak video itu viral, banyak publik yang tertipu. Dari sebelumnya memboikot produk PUMA, sejak video itu viral banyak yang mulai membeli produknya kembali. Padahal video tersebut adalah hanya lelucon "April Mop".
Baca Juga : Kota Madiun Raih Tiga Penghargaan Sekaligus dalam Top BUMD Award 2023
“Mengherankan melihat ini begitu jelas dan kuat, terutama permintaan maaf kepada atlet Palestina dan keluarga mereka, sudah lama tertunda tapi selamat datang di lelucon ini,” ungkap salah satu netizen menggunakan bahasa inggris.
“Saya sudah lama tidak membeli atau mempromosikan PUMA, tetapi sekarang, saya akan 100% membeli PUMA & mendorong orang lain untuk melakukannya sekarang setelah mereka membuang rezim rasis Apartheid,” kata seorang pengguna Twitter lain yang tertipu video tersebut.
“Ini agak dipertanyakan untuk diposting pada Hari April Mop… Saya tidak berpikir pembebasan Palestina adalah sesuatu untuk dijadikan lelucon dan banyak orang akan menerima ini begitu saja dan berhenti memboikot PUMA," ungkap pengguna Twitter lainnya.
Diketahui, PUMA adalah sebuah perusahaan pakaian olahraga internasional yang telah melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia. Menurut laman resmi BDS Movement (Boikot, Divestasi Sanksi) Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA), yang memiliki tim di pemukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Palestina, sebagian besar disponsori oleh PUMA.
