Tekan Angka Stunting, Pj Wali Kota Batu dan Kepala OPD Mulai Rawat 40 Anak Asuh
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Nurlayla Ratri
05 - Apr - 2023, 10:44
JATIMTIMES - Dalam rangka menekan angka stunting di Kota Batu, Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai melakukan tahapan pengenalan terhadap 40 anak asuh.
Hal ini merupakan kelanjutan program penurunan angka stunting bertajuk Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) yang mulai disosialisasikan oleh Pemkot Batu pada Selasa (21/3/2023) lalu.
Baca Juga : Lima Tahun, Ning Ita Istiqomah Safari Ramadan dengan Salat Subuh Berkeliling Kota Mojokerto
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan, bahwa mulai pekan pertama di Bulan April 2023 ini, pihaknya bersama jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkot Batu mulai melakukan tahap pengenalan terhadap anak asuh yang mengalami stunting.
"Saat ini ada 40 anak asuh yang telah siap, seminggu ke depan akan dilakukan evaluasi dan jika sudah berkembang baik akan ditambah 40 orang lagi dan seterusnya," ungkap Aries.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim) ini menuturkan, bahwa dirinya telah mendapat amanah untuk mengasuh anak bayi berusia 1,5 tahun atau di bawah dua tahun (baduta) di wilayah Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu.
"Saya menerima anak asuh berusia 1,5 tahun, berdomisili di Desa Pesanggrahan. Perkenalan ini bertujuan untuk menumbuhkan ikatan batin dan mengenali program apa yang harus diberikan orang tua asuhnya," terang Aries.
Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini berharap, dengan adanya program BAAS yang dicanangkan oleh Pemkot Batu dapat diikuti oleh masyarakat luas agar membantu mempercepat penurunan angka stunting di Kota Batu.
"Semoga banyak masyarakat yang turut dalam program ini untuk membantu anak-anak kita lebih sehat dan kuat," tandas Aries.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg Kartika Trisulandari mengatakan, bahwa angka stunting di Kota Batu saat ini mencapai 13 persen atau 1.545 anak di Kota Batu mengalami stunting.
Baca Juga : Ikuti Ketetapan Cuti dari Pemerintah, 3000 Pekerja Wisata Kota Batu akan Terima THR Lebih Awal
"Kalau yang terakhir dari update (bulan timbang) Februari kemarin totalnya 1.545 (anak stunting) dari sekitar 13 ribuan anak. Jadi persentasenya sekitar 13 persen," ujar Kartika.
Pihaknya menambahkan, untuk efektivitas Program BAAS dalam menurunkan angka stunting di Kota Batu akan dilihat selama tiga bulan ke depan setelah penambahan nutrisi oleh masing-masing Kepala OPD di lingkungan Pemkot Batu terhadap anak asuh yang ketentuan nutrisinya telah ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kota Batu.
"Mudah-mudahan dalam tiga bulan, karena siklusnya tiga bulan kita melihat perkembangan anak, ini nanti bisa ada perkembangan yang cukup signifikan," tutur Kartika.
Nantinya, jika program BAAS efektif dalam menurunkan angka stunting di Kota Batu akan dilanjutkan dengan menambah jangkauan bayi yang masih dalam kategori terindikasi stunting.
"Kalau itu (Program BAAS) sangat mendongkrak (menurunkan angka stunting) akan kita teruskan lagi, termasuk untuk anak-anak yang belum jatuh stunting," pungkas Kartika.
