Tolak Pakai Pengaman, Pria di Tulungagung Tewas Jatuh dari Mahoni

Reporter

Anang Basso

Editor

Dede Nana

15 - Jan - 2023, 01:46

Lokasi tempat SY jatuh dan tewas / Foto : Dokpol / Tulungagung Times


JATIMTIMES - Bekerja memotong kayu, pria berinisial SY (53) RT 01, RW 04, Dusun Bantengan, Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung justru jatuh dan tewas.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (14/1/2023) pukul 07.30 WIB di pinggir Jalan Raya Jurusan Pagerwojo - Ponorogo masuk wilayah Dusun Pabyongan, Desa  Mulyosari.

Baca Juga : Wali Kota Sutiaji Berangkatkan 30 Wuling Air EV dari Balai Kota: Kita Dukung Masyarakat Gunakan Mobil Listrik

Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Anshori mengatakan, awalnya pagi pukul 07.00 WIB SY bersama keempat temannya akan memotong kayu yang berada di pinggir jalan raya.

"Pada saat itu korban bagian yang memanjat pohon, sedangkan keempat temannya berada di bawah," kata Anshori.

Saat empat temannya menyiapkan peralatan lain juga menyarankan agar SY memakai pengaman tali supaya aman. 

"Disarankan agar tidak jatuh dan terjadi apa-apa, mengingat pohon yang akan dipanjat berupa pohon mahoni," ujarnya.

Pohin mahoni ini punya diameter 60 centimeter dan tingginya 15 meter.

"Akan tetapi korban malah bilang gak usah aku wis biasa," ungkap Anshori.

Lanjutnya, SY sempat memakai tali pengaman tetapi tidak mengikatkannya ke pohon.

"Ketika korban sudah memanjat di atas pohon setinggi 15 meter, ia langsung memotong-motong ranting dan dahan-dahan kayu dengan tujuan agar mudah dilakukan penebangan," jelasnya.

Pada saat SY memotong, dahan kayu yang sudang terpotong menyenggol dan mengenai tubuhnya. 

"Akhirnya korban hilang keseimbangan lalu jatuh ke bawah dengan posisi kepala di bawah," imbuhnya.

Baca Juga : Antisipasi Demo Buruh Menggila, 1.110 Personel Gabungan Diterjunkan ke Lokasi

Tragisnya, saat jatuh kepala SY bagian kanan sempat membentur potongan kayu yang berada di bawahnya.

"Akibatnya, kepala korban terluka dan penyok," jelasnya.

Saking gugupnya para teman-teman SY langsung lapor kades, dan SY langsung dibawa ke Puskesmas Pagerwojo yang berjarak hanya sekitar 200 meter dari TKP.

"Sesampai di puskesmas, oleh dokter langsung dilakukan pemeriksaan dan ternyata korban dinyatakan sudah meninggal dunia," paparnya.

Dari keterangan tim medis Puskesmas Pagerwojo, membenarkan bahwa SY telah meninggal dunia dan terdapat luka di bagian kepala.

Luka itu tepatnya dahi kepala bagian kanan masuk ke dalam yang mengenai mata sebelah kanan yang diakibatkan benturan benda keras sehingga mengakibatkan pendarahan otak dan korban meninggal dunia.

"Luka lain lain tidak diketemukan, dan tidak ada juga tanda tanda kekerasan oleh ulah seseorang," pungkasnya.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette