Wali Kota Sutiaji Dorong Penurunan Stunting melalui Kelurahan STBM

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy

20 - Oct - 2022, 04:20

Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan pengarahan kepada para lurah dan camat dalam mendorong penurunan angka stunting di Kota Malang, Selasa (18/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji terus melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting atau gizi buruk terhadap anak di Kota Malang. Salah satunya dengan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang berbasis di wilayah kelurahan. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu mengatakan,  salah satu instrumen dalam rangka penurunan stunting di Kota Malang yakni dengan menyediakan sanitasi yang layak dan aman. 

Baca Juga : Wali Kota Madiun Pimpin Prosesi Pemindahan Makam Pendiri IKSPI Kera Sakti

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang pada tahun 2021, tingkat akses sanitasi layak dan aman di Kota Malang sebesar 84,98 persen. Sedangkan berdasarkan data  Dinas Kesehatan Kota Malang pada tahun 2021, akses sanitasi layak di Kota Malang telah mencapai 91,6 persen. 

Melalui program STBM yang berbasis di wilayah kelurahan, Sutiaji mengatakan angka stunting di Kota Malang perlahan akan terus turun. Sehingga sanitasi di seluruh wilayah kelurahan Kota Malang dapat ditetapkan sebagai sanitasi layak dan aman dalam rangka mendukung penurunan angka stunting. 

"Program STBM merupakan sebuah pendekatan untuk membentuk perilaku hygiene (higienis) dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat," ungkap Sutiaji. 

Tandatangan komitmen STBM.

Terlebih lagi, program STBM yang berbasis di wilayah kelurahan memiliki lima pilar dalam rangka membantu penurunan angka stunting di Kota Malang.  Yakni stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengamanan sampah rumah tangga (PSRT), pengamanan limbah cair rumah tangga (PLCRT), serta pengelolaam air minum dan makanan rumah tangga. 

Alumnus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini mengatakan, tujuan diterapkannya lima pilar dalam program STBM yang berbasis kelurahan untuk mendidik masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). 

"Jadi lima pilar itu juga menjadi salah satu dari sekian instrumen penurunan angka stunting," kata Sutiaji yang juga alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, ini. 

Deklarasi Kelurahan STBM.

Berdasarkan data laporan bulan timbang Agustus 2019 hingga 2021 Dinas Kesehatan Kota Malang, prevalensi angka stunting di Kota Malang terus mengalami penurunan. Tahun 2019 sebesar 17,48 persen; 2020 sebesar 14,53 persen; dan  2021 sebesar 9,41 persen. 

Baca Juga : Wali Kota Madiun Pimpin Prosesi Pemindahan Makam Pendiri IKSPI Kera Sakti

 

Menurut Sutiaji, penerapan lima pilar dalam program STBM yang berbasis di wilayah kelurahan dapat menurunkan angka stunting di Kota Malang. Setidaknya dalam penurunan angka stunting, terdapat dua intervensi yang dilakukan, yakni intervensi sensitif dan spesifik. 

"Intervensi sensitif yaitu upaya yang ditujukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan. Sasarannya adalah masyarakat umum," terang Sutiaji. 

Dalam rangka optimalisasi program STBM berbasis wilayah kelurahan, Sutiaji menyebut terdapat tiga kelurahan yang telah mendeklarasikan STBM di wilayahnya masing-masing. Yakni Kelurahan Cemorokandang, Kelurahan Sawojajar dan Kelurahan Arjosari. 

Tiga kelurahan tersebut telah memenuhi lima pilar dalam program STBM. Bahkan,  pilar satu, yakni stop BABS, telah mencapai 100 persen. Sedangkan pilar kedua hingga kelima telah memenuhi batas minimal 50 persen. 

"Tahun 2023 ditargetkan seluruh kelurahan di Kota Malang menjadi Kelurahan STBM. Mudah-mudahan bisa menurunkan angka stunting kita," tandas Sutiaji. 


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette