Kisah Penyintas Tragedi Stadion Kanjuruhan, Sempat Terdampar di Sebelah Jenazah di Pintu Gate 13

12 - Oct - 2022, 11:28

Muhammad Iqbal Maulana dengan menunjukkan mata merah bekas terkena gas air mata (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)


JATIMTIMES - Salah satu penyintas tragedi Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu masih merasakan bagaimana dia berjuang untuk tetap hidup meski sebelumnya sempat disandingkan di sebelah jenazah di lorong dekat pintu keluar gate 13. Dia adalah Muhammad Iqbal Maulana (17) warga Jalan Sadewo, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Awak media awalnya sempat kesulitan untuk mencari rumah Iqbal, karena harus melewati lorong kecil khas gang di permukiman padat penduduk.

Baca Juga : DP3A Kabupaten Malang Fokus Penanganan Trauma Healing Korban Tragedi Kanjuruhan

Setelah beberapa kali bertanya kepada orang di Jalan Sadewo, akhirnya ada salah seorang yang bersedia mengantarkan ke rumah Iqbal. “Ayo mas tak terno ae, gak eroh sampean polae mlebu mlebu gang cilik. (Ayo mas tak antar saja. Tidak tahu anda, soalnya rumahnya masuk ke gang kecil),” kata seseorang yang tidak diketahui namanya tersebut.

Saat telah berhasil menemukan rumahnya, beberapa awak media ditemui Ibu Iqbal, Nur Hasanah (40). Dia pun langsung mempersilahkan awak media untuk masuk kerumahnya. Nur Hasanah juga membangunkan Iqbal yang saat itu masih istirahat.

Iqbal yang bangun dari tidurnya juga langsung menemui beberapa awak media. Dia lantas menyalami satu per satu awak media yang ada di sana.

“Alhamdulillah lumayan baikan sekarang mas, cuma tinggal luka di kaki saja ini,” kata Iqbal saat ditanya kabarnya.

Pria yang berusia 17 tahun itupun juga langsung menceritakan bagaimana saat tragedi Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu. Saat itu, Iqbal berangkat bersama empat teman-temannya ke Stadion Kanjuruhan untuk menyaksikan laga Arema FC vs Persebaya.

“Saya berangkat ke (stadion) Kanjuruhan bersama empat teman saya, anak Polehan semua,” kata Iqbal.

Luka pada bagian perut Iqbal saat keluar dan tergoser tembok (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Dia mengaku telah membeli tiket ekonomi bersama teman-temannya. Dan Iqbal masuk ke tribun Stadion Kanjuruhan melalui pintu gate 13.

“Masuknya melalui pintu gate 13. Nggak tahu ya, teman-teman kok suka di situ, tapi memang saat pertandingan biasanya itu sepi, tapi kemarin rame banget,” ungkap Iqbal.

Menonton pertandingan pun dilakukan Iqbal tanpa ada masalah. Dia menyaksikan perjuangan tim kebanggaannya itu dengan tenang dan nyaman.

Tapi petaka datang saat pertandingan usai. Dia melihat ada beberapa gas air mata yang ditembakkan ke tribun.

“Saat itu saya lihat ada tiga gas air mata yang ditembakkan ke tribun. Kebetulan saya saat itu di tribun berdiri,” kata Iqbal.

Mulanya, Iqbal yang tidak pernah tahu tentang gas air mata merasa biasa saja saat polisi menembakkan gas tersebut. Namun, kekhawatiran datang saat kepulan asap mulai menyebar.

“Saat itu saya biasa saja, karena tidak pernah tahu tentang gas air mata. Tapi saat meledak dan asap menyebar, mata saya perih, saya panik saat itu,” ungkap Iqbal.

Baca Juga : Rumah Kontrakan Caping Aktivis Malang dan Pegiat Medsos Diseruduk Truk

Karena panik, Iqbal langsung berusaha untuk mencari pintu keluar atau gate 13 tempat dia masuk Stadion Kanjuruhan. Tapi saat berlari, Iqbal juga mengusap matanya.

“Salah saya ya mengusap mata itu, jadi semakin perih. Tapi saat saya lari, saya bertabrakan dengan banyak orang yang saat itu juga berlari menyelamatkan diri,” beber Iqbal.

Namun, Iqbal kemudian tetap berusaha untuk mencari pintu keluar tersebut. Karena ia tahu banyak orang juga yang terkena gas air mata.

“Saya tetap lari bagaimanapun caranya, dengan mata perih saya tetap mencari jalan keluar. Dan saat itu saya juga pisah dengan teman-teman karena bingung menyelamatkan diri,” ungkap Iqbal.

Setelah menemukan gate pintu 13, Iqbal melihat sudah banyak orang yang berjubel berusaha untuk keluar. Namun ia juga berusaha untuk turun.

“Saat itu saya sudah lemas, tapi saya tetap berusaha untuk keluar stadion. Akhirnya saya jatuh dari tangga dan tiba di bawah dekat kamar mandi di lorong dekat pintu keluar,” beber Iqbal.

“Saat jatuh itu saya ditolong orang, tapi saya gak kenal itu siapa orangnya. Dan saya ditaruh sebelah banyak jenazah, tapi saya tidak melihat sama sekali, karena mata saya juga susah untuk melihat,” imbuh Iqbal.

Akhirnya, Iqbal berhasil selamat setelah ada seseorang yang menjebol angin-angin pada pintu keluar gate 13 Stadion Kanjuruhan. Dan Iqbal keluar dengan cara ditarik.

“Saya akhirnya ditarik keluar lewat angin-angin yang dijebol itu. Sampai perut saya terluka,” ungkap Iqbal mengakhiri.

Karena peristiwa itu, kini mata Iqbal memerah karena terkena gas air mata. 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette