Dilanda Kekeringan, Warga Bondowoso Berebut Air Bersih, Jarang Mandi dan Kerap Pakai Air Selokan

Reporter

Abror Rosi

Editor

A Yahya

01 - Sep - 2022, 02:31

Warga berdesakan menadah air dari petugas (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)


JATIMTIMES - Warga Desa Mandiro, Kecamatan Tegal Ampel, Kabupaten Bondowoso berebut air bersih saat pendistribusian air bersih dari petugas, Rabu (31/8/2022). Warga yang didominasi oleh ibu-ibu ini bahkan harus mengantre sejak pagi untuk mendapatkan satu ember air bersih.

Kondisi Bondowoso kekeringan ini telah terjadi selama satu bulan terakhir. Kekeringan yang melanda desa ini mengakibatkan debit sumber mata air mengecil.

Baca Juga : Pelajar Asal Blitar Terseret dan Tenggelam Sungai Brantas yang Tenang tapi Menghanyutkan

Untuk mandi dan mencuci warga terpaksa menggunakan air selokan yang juga sudah mengecil debitnya. Sementara untuk konsumsi air bersih,  warga menggunakan air bantuan dari pemerintah setempat.

"Banyak sumur kami yang ditutup karena sudah kering. Jadi saat musim hujan tiba, sumur itu tidak keluar air lagi karena terlalu lama kering," jelas warga setempat, Nilawati, sambil menadah air dari petugas, Rabu (31/8/2022).

Nilawati mengakui, kaerna saking sulitnya air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga sampai jarang mandi. Apalagi air yang didapat dari mata air yang cukup jauh itu hanya cukup untuk keperluan konsumsi.

"Setiap musim kemarau tiba, warga kekurangan air bersih. Ambil air di sumber, sungai kecil yang jaraknya jauh. Jadi, bantuan air bersih bisa memudahkan kebutuhan sehari-hari," bebernya.

Kepala Pelaksanaan BPBD Bondowoso Dadan Kurniawan mengatakan, total terdapat 22 Desa dari 11 Kecamatan di Kabupaten Bondowoso yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Untuk itu, Ia berharap sinergitas dari semua pihak untuk menanggulangi krisis air tersebut. 

"Keseluruhan ada 22 Desa yang sedang mengalami kekeringan. Maka ke depan sinergitas dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk membantu warga mendapatkan air bersih," terangnya.

Baca Juga : Peserta Karnaval Paling Butut di Lumajang Ini tidak Kalah Menyita Perhatian

Sementara Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko memimpin pengiriman air bersih menjelaskan, sesuai instruksi Kapolda Jatim, semua harus peka terhadap permasalahan masyarakat saat ini. "Sehingga TNI, Polri, Banser juga ikut peduli terhadap kebutuhan air agar masyarakat bisa terbantu," tuturnya.

Pendistribusian air yang melibatkan elemen terkait akan disalurkan setiap hari sesuai jadwal BPBD, Brimob, Polres, dengan masing-masing membawa dua tangki untuk mengirim air ke 11 kecamatan secara bergilir. "Total 6 tangki dan dua AWC berisi sekitar 3 ton. Hari ini ada 9 titik, " lanjutnya.

Di lokasi ini, Pemkab Bondowoso sebelumnya telah membangun sumur bor. Namun sayangnya, sumur bor tersebut kini tidak lagi mampu mengeluarkan air. Masyarakat berharap melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) maupun BPBD memberikan solusi selanjutnya agar masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette