Pengembangan Layanan Rehabilitasi Medis, RSI Unisma Buka Lowongan Terapis Wicara dan Terapis Okupasi
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
02 - Oct - 2022, 01:38
JATIMTIMES - Rumah sakit terkemuka di Malang, Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang, membuka lowongan kerja untuk menjadi Terapis Wicara dan Terapis Okupasi. Dibukanya lowongan ini juga menjadi salah satu upaya RSI Unisma dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Nikmatul Laila Ahda, Manajer Umum & SDM RSI Unisma menyampaikan, jika hal ini merupakan salah satu upaya pengembangan layanan rehabilitasi medis yang sudah ada. Pengembangan dilakukan dengan menambahkan layanan Terapis wicara dan Terapis Okupasi.
Baca Juga : Pertama di Indonesia, Air yang Dikelola Perumda Tugu Tirta Kota Malang Tersertifikasi Halal
Layanan ini menjadi layanan ekslusif, mengingat saat ini belum banyak diketahui rumah sakit memiliki layan rehabilitasi medis untuk Terapis Wicara dan Terapis Okupasi.
"Untuk kelas RS (rumah sakit) kami belum pernah mendengar, tapi sudah ada klinik-klinik yang melayani layanan tersebut," jelasnya, (30/8/2022).
Lebih lanjut dijelaskannnya, Terapis Wicara, nantinya melayani pasien yang mengalami gangguan kesulitan dalam komunikasi. Terapi ini mengoptimalkan olah mulut agar dapat menghasilkan suara yang membentuk sebuah kata yang jelas. Sehingga, pasien nantinya dpat berkomunikasi dengan jelas dan memiliki artikulasi dan suara yang jelas.
Sedang, Terapis Okupasi, melayani pasien yang memiliki gangguan fisik atau mental yang membutuhkan terapi fisik, seperti halnya pasien yang tengah dalam masa pemulihan usai mengalami cedera, kemudian orang-orang yang terlahir dengan gangguan mental fisik selain itu juga orang-orang yang mengalami kondisi kesehatan serius seperti stroke dan yang lainnya.
Orang-orang yang sedang dalam masa pemulihan dan kembali bekerja setelah mengalami cedera yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.
Orang-orang yang terlahir dengan gangguan mental dan fisik. Selain itu, terapi juga dilakukan pada seseorang yang tiba-tiba mengalami kondisi kesehatan serius, seperti stroke, serangan jantung, cedera otak, dan amputasi
"Untuk masing-masing lowongan, sementara ini dibutuhkan satu orang dulu," jelasnya.
Baca Juga : Baca Selengkapnya