Dorong Generasi Muda Tangkap Peluang Wirausaha, Menko Airlangga: Pemerintah Sediakan Beragam Dukungan
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
02 - Jul - 2022, 07:13
JATIMTIMES - Penguatan ekosistem UMKM agar produktivitas meningkat terus didorong pemerintah melalui melalui Digitalisasi UMKM. Partisipasi UMKM pun juga terus didorong pemerintah dalam ekosistem ekonomi digital melalui penguatan ekosistem UMKM dan penguatan ekosistem e-commerce.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan dukungan pemberdayaan dan akses pasar UMKM atau IKM Digital melalui berbagai program, di antaranya Program Bangga Buatan Indonesia, e-katalog LKPP, dan QRIS.
Baca Juga : Capres-Cawapres Koalisi Gerindra-PKB, Waketum PKB: Tunggu Tanggal Mainnya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengharapkan, para cendekiawan dan mahasiswa dapat memadukan ilmu dan kemampuan untuk membaca kesempatan berusaha, sehingga jumlah wirausaha yang lahir dari perguruan tinggi semakin meningkat.
"Bagi mahasiswa yang ingin berwirausaha, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pembiayaan yang terintegrasi. Bagi pengusaha pemula yang baru merintis usaha mikro dan kecil ada beberapa program lain seperti KUR Super Mikro, KUR Reguler, dan pembiayaan dengan kredit komersial," ungkap Menko Airlangga dalam Seminar Nasional di Universitas Negeri Semarang yang bertajuk "Make a Great Business with Innovation and Enterpreneurship", Jumat (1/7/2022).
Kolaborasi antara kampus dan universitas, perlu dilakukan dalam mendukung program inklusi keuangan. Kampus harus meningkatkan peranannya, bukan hanya pada sistem pembelajaran, tapi juga turut mendorong literasi keuangan pada para mahasiswa.
"Ini tentunya juga akan menjadi bekal untuk berwirausaha," papar Menko Airlangga.
Pengembangan sumberdaya manusia, khususnya para generasi muda juga menjadi konsen dan komitmen pemerintah. Berbagai program ketrampilan digital digelar pemerintah mulai dari level basic hingga advance. Hal ini tentunya dapat mengembangkan potensi diri dari para generasi muda.
Hal tersebut dilakukan untuk mendukung penduduk usia produktif yang mencapai lebih dari 191 juta orang dan mayoritas merupakan Generasi Z dan Generasi Milenial. Generasi saat ini diharapkan dapat mengoptimalkan berbagai peluang digitalisasi di berbagai sektor.
"Dukungan Pemerintah untuk perkembangan keterampilan digital ada dari level basic hingga advance. Dukungan program tersebut antara lain seperti Kartu Prakerja, Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, Digital Leadership Academy dan Sea Labs Academy," ujar Menko Airlangga.
Baca Juga : Jadi Korban Kebakaran, Keluarga Penjual Bubur Ayam di Malang Terima Bantuan dari Rumah Sedekah NU
Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB di 2030. Hal ini akan menjadi potensi ekonomi yang besar bagi Indonesia.
"Tentunya ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan talenta digital juga sangat diperlukan untuk mengakselerasi jumlah wirausaha di Indonesia," tegas Menko Airlangga.
Menko Airlangga juga menyampaikan, Kartu Prakerja, dalam dua tahun terakhir telah diterima oleh lebih dari 12 juta penerima. Program Kartu Prakerja telah membantu sepertiga dari penerimanya, yang sebelumnya tidak mendapat pekerjaan menjadi bekerja, baik menjadi wirausaha maupun karyawan.
"Selain itu, berbagai lembaga internasional, contohnya Unesco, juga ikut meng-endorse Program Kartu Prakerja," pungkasnya.
