Harga Sapi di Kabupaten Malang Tak Terpengaruh Wabah PMK, Pedagang: Harga Naik H-7 Lebaran

13 - May - 2022, 02:39

Ilustrasi ternak sapi di Pasar Hewan Gondanglegi. (Foto: Istimewa).


JATIMTIMES - Kabar soal menyebarnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa daerah di Jawa Timur, ternyata tidak mempengaruhi harga sapi di pasar-pasar Kabupaten Malang. Dimana saat ini, harganya masih relatif tinggi sejak sebelum lebaran. 

Salah satu pedagang sapi di Pasar Hewan Gondanglegi, Abu Bakar (40)) menyebut, kenaikan harga sapi telah terjadi sejak H-7 lebaran. Dimana saat ini, harga seekor sapi di antara Rp 6 juta hingga Rp 19 juta. Tergantung ukuran sapi.

Baca Juga : Jadi Otak Penipuan Koperasi, Satu Orang Ditetapkan DPO oleh Polresta Malang Kota

"Harganya sekarang naik sejak H-7 lebaran. Sapi kecil harga antara Rp 6 juta hingga Rp 7 juta. Kalau sapi besar antara Rp 18 juta hingga Rp 19 juta. Saya sekarang punya 7 sapi dagangan. Sudah laku 5 sapi hari ini," ujar Abu, Kamis (12/5/2022).

Dirinya mengatakan bahwa pedagang telah paham dengan ciri-ciri ternak sapi yang terindikasi terjangkit PMK. Ia bersama rekan seprofesinya juga yakin bahwa sapi yang ia jual telah bebas dari PMK. Sebab sapi yang ia ambil dari peternak, telah diseleksi sebelumnya. 

"Ciri-cirinya sapi yang kena penyakit umumnya mulut berliur banyak dan di bagian kaki ada luka membusuk. Nah dari situ kami cek terus kondisi sapi kita sejak kulakan. Jadi yang dijual benar-benar sehat," imbuhnya.

Dirinya meyakini bahwa antisipasi yang dapat dilakukan agar sapi tidak terjangkit PMK adalah dengan menjaga kebersihan kandang.

"Biasanya memang karena pengaruh kandang yang kotor. Jadi menurut saya untuk mencegahnya yang penting kebersihan kandang," jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan hewan ternak sapi yang terjangkit PMK. Plt Kepala DPKH Kabupaten Malang, Nurcahyo menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk memantau kemungkinan adanya penyebaran wabah PMK di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Ikuti Apel Siaga TPK, Kabupaten Blitar Percepat Penurunan Angka Stunting

Dari laporan yang ia terima, pada tanggal 28 April 2022 lalu, di Ngantang telah ditemukan ternak yang terindikasi PMK. Namun sudah dilakukan pengobatan oleh pemilik ternak. 

"Itu sudah dilakukan pengobatan oleh peternaknya. Dan selama lima sampai 6 hari akhirnya sembuh," ujar Nurcahyo. 

Hingga saat ini, berdasarkan catatannya, sudah ada sejumlah peternak dari 3 kecamatan yang melaporkan adanya hewan ternak yang terindikasi PMK. Ketiganya adalah di Kecamatan Ngantang, Bululawang dan Singosari. 

"Hingga saat ini yang sudah laporan, kalau yang ada indikasi agar segera diobati dan disteril. Itu yang ada laporan di Ngantang, Bululawang, Singosari juga ada laporan," terang Nurcahyo. 


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette