Ratusan Calon Jamaah Haji Kabupaten Malang Diperkirakan Batal Berangkat
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Yunan Helmy
20 - Apr - 2022, 12:13
JATIMTIMES - Ratusan calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Malang diperkirakan batal berangkat menunaikan ibadah haji 1443 H/2022 Masehi mendatang meski Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan pelaksanaan ibadah haji.
CJH asal Kabupaten Malang diperkirakan batal berangkat karena beberapa ketentuan pelaksanaan haji yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi seiring adanya situasi pandemi covid-19.
Baca Juga : Cak Thoriq: Jangan Selfie di Jembatan Gantung, Ada Batasan Bagi Warga Yang Melintas
Beberapa ketentuan tersebut di antaranya pembatasan calon jamaah haji hanya sebanyak satu juta jemaah dari berbagai negara non-Arab Saudi. Kemudian juga terdapat batasan usia maksimal 65 tahun.
Berdasarkan data Kemenag Kabupaten Malang, jumlah calon jamaah haji yang seharusnya berangkat ke Tanah Suci sejak tahun 2020 sampai 2022 mencapai 1.600 jamaah. “Sekitar 50 persen di antaranya calon jemaah lansia (lanjut usia) atau berusia di atas 65 tahun,” ungkap Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Musta'in (19/4/2022).
Dijelaskan Musta'in, batasan kuota jamaah haji yang ditentukan pemerintah Arab Saudi sejumlah satu juta dari berbagai negara. Dalam hal ini, Kemenqg Kabupaten Malang masih menunggu keputusan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Sementara ini, Kementerian Agama Republik Indonesia memperkirakan kuota calon jamaah haji Indonesia 50 persen dari kuota haji tahun 2019. “Untuk hal ini, kami masih menunggu kepastian Kemenag RI. Sebab, Kemenag masih berupaya untuk negosiasi dengan Pemerintah Arab Saudi agar calon jamaah haji bisa berangkat semua,” ucap Musta'in.
Baca Juga : Mampu Topang Beban 5 Ton, Jembatan Gantung Gladak Perak Rampung
Jika nantinya memang ada batasan kuota calon jamaah haji, sekaligus usia maksimal 65 tahun, maka ada kemungkinan calon jamaah haji yang seharusnya berangkat tahun 2020 bakal digantikan calon jamaah haji tahun 2021 yang memenuhi syarat pemberangkatan. “Tapi itu masih kemungkinan karena belum ada ketentuan paten. Kita tunggu saja hasilnya bagaimana nanti,” pungkas Musta'in.
