Bangun Kesadaran Warga pada Lingkungan, Bupati Salwa Luncurkan Program Sapu Berse

Reporter

Abror Rosi

Editor

A Yahya

04 - Feb - 2022, 11:30

Bupati Salwa sedang memberikan arahan saat peluncuran program Sapu Berse (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)


JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso meluncurkan program pengelolaan sampah terpadu Sampah Pemukiman Bersih Sehat (Sapu Berse) atau sapu bersih pada Senin, (14/2/2022).

Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin mengatakan, bahwa program Sapu Berse bertujuan untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap sampah dan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga : Wamenag RI Jajak Pendapat Program Keagamaan di Bondowoso 

 

Dia berharap tercipta lingkungan yang bersih, sehat, serta masyarakat yang sehat dan berkualitas. Selain itu juga berharap program tersebut dapat turut serta meningkatkan indeks kesehatan masyarakat. 

"Karena kesehatan masyarakat sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia, dengan lingkungan yang bersih, indeks kesehatan masyarakat pun akan meningkat," jelasnya.

Sementara Kepala DLH, Aris Agung Sungkowo mengatakan program itu untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan metode pemilahan sampah. "TPA kita 10 tahun lagi sudah tak sanggup menampung jumlah sampah," kata dia.

Menurutnya, TPA yang baru luasnya 5 hektar belum bisa dipakai, karena jalannya tak bisa dilalui.

la menyebutkan sebagai langkah awal ada tujuh kecamatan di wilayah Bondowoso yang dijadikan sebagai pilot project program
tersebut. Yakni Kelurahan Dabasah, Kelurahan Tamansari, Kelurahan Badean, Kelurahan Kota Kulon, Kelurahan Blindungan, Kelurahan Kademangan, dan Kelurahan Nangkaan.

“Sedangkan untuk desa, nanti kita akan menggandeng kepala desa. Karena masih banyak desa yang belum memiliki TPS," paparnya.

Baca Juga : Serap Aspirasi dan Sapa Warga, Airlangga Diminta Jadi Presiden 

 

la menyebutkan, salah satu kegiatan di dalamnya yakni memberi pelatihan pemilihan sampah kepada relawan pengangkut sampah di kelurahan tersebut.

Sehingga nantinya ketika sampah itu diangkut ke tempat pembuangan sampah (TPS) mereka telah memahami perihal pemilihan sampah yang benar.

Ujungnya, sampah yang masih memiliki nilai ekonomis pun bisa dimanfaatkan untuk dijual. Nantinya setelah dilakukan pemilahan, kata Agung, sampah-sampah itu akan dikelola dan dijual kembali oleh Becof Bondowoso. "Mereka siap menerima itu," imbuhnya.


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette