Petani Blitar Selatan Beralih ke Pupuk Organik, Hasil Pertanian Lebih Melimpah

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

20 - Feb - 2022, 06:50

Petani cabai di Desa Tulungrejo bertani menggunakan pupuk organik cair.(Foto : Aunur Rofiq/JATIMTIMES)


JATIMTIMES - Petani di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mulai beralih menggunakan pupuk organik untuk merawat tanamannya. Seperti yang terpantau di wilayah Blitar selatan tepatnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates. Petani memilih pupuk organik karena selain memiliki banyak manfaat juga lebih murah dibandingkan dengan pupuk kimia.

Hasyim Asyarie, petani cabai di Desa Tulungrejo mengatakan, dirinya beralih dari pupuk kimia ke pupuk organik untuk merawat tanaman pertanian. Hasilnya, tanaman cabai yang ia tanam tumbuh subur. Disamping itu tanaman juga minim dari serangan hama.

Baca Juga : Sederet Public Figure Meninggal karena Covid-19, Terakhir Dorce Gamalama

‘’Menurut saya hasil tanaman lebih memuaskan, tumbuh subur dan minim serangan hama. Hasilnya jauh lebih baik dibandingkan memakai pupuk anorganik atau kimia. Lebih subur. Buah cabainya tumbuh lebih lebat dan daun lebih hijau,” kata Hasyim, Sabtu (19/2/2022).

Pupuk organik yang digunakan Hasyim dan petani lain di wilayah Blitar selatan adalah pupuk organik cair ‘Pepetani’ berbahan baku kotoran sapi yang diolah melalui proses fermentasi.Pupuk ini adalah hasil dari inovasi Gapoktan Kabupaten Blitar. Pupuk organik ini belakangan banyak digunakan oleh petani di wilayah Blitar selatan salah satunya petani di Kecamatan Wates.

Menurut Hasyim, selain produksi cabai lebih melimpah, penggunaan pupuk organik ini setelah dievaluasi ternyata mampu menekan biaya produksi pertanian dibanding dengan menggunakan pupuk kimia.

‘’Pupuk organik ini inovasi dari Gapoktan. Saya pilih pupuk organik karena pupuk kimia mahal dan agak sulit didapatkan. Dan ternyata penggunaan pupuk organik ini lebih bagus. Saya sudah tiga kali menanam cabai dengan pupuk organik, hasilnya tiga kali lipat lebih banyak disbanding pupuk kimia. Saya menanam cabai di luasan lahan 3 are dengan pupuk organik sekali petik saya mendapatkan 6 kwintal. Dulu saat memakai pupuk kimia sekali petik saya mendapatkan 200 kilo. Selisihnya jauh sekali,’’ jlentrehnya.

Petani di wilayah Blitar selatan telah membuktikan keberhasilan bertani dengan menggunakan pupuk organik. Dengan keberhasilan ini Hasyim berharap kepada pemerintah agar mendorong seluruh petani khususnya petani di Kabupaten Blitar agar beralih dari pupuk kimia ke pupuk organik.

‘’Pupuk organik terbukti lebih baik disbanding pupuk kimia...

Baca Selengkapnya


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

cara menyimpan tomat
memilih model baju kerja wanita
harga gabah shio 2025
Cincin anniversary bukan sekadar perhiasan - ia adalah simbol yang menceritakan perjalanan cinta yang telah dilalui bersama. Mari kita dalami bagaimana Tips Memilih Wedding Anniversary Ring yang tepat untuk moment spesial Anda.

cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette