TPID Kota Kediri Gelar OPM, Pastikan Pasokan Aman jelang Nataru

Reporter

Bambang Setioko

Editor

Yunan Helmy

20 - Dec - 2021, 10:52

Kepala Disperdagin Kota Kediri Tanto Wijohari (kiri) bersama Deputi Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis (kanan) ketika ikut melayani masyarakat saat membeli bahan kebutuhan pokok di OPM. (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) perayaan Natal 2021 serta Tahun Baru 2022 (Nataru), Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kediri bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menggelar Operasi Pasar Murni (OPM).

Kegiatan OPM dilakukan selama dua hari mulai 16-17 Desember 2021 di 6 kelurahan. Mulai Kelurahan Burengan, Ngronggo, dan  Bandar Lor pada 16 Desember 2021. Dan untuk Kelurahan Setonopande, Betet, dan Kelurahan Mojoroto dipusatkan di Kampus 2 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.

Baca Juga : Vaksinasi Covid Anak 6-11 Tahun di Kota Batu Sasar 19.716 Pelajar, Ditarget Rampung Akhir Tahun

Dalam OPM kali ini, tampak Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Wihujeng Ayu Rengganisbersama Kepala Disperdagin Kota Kediri Tanto Wijohari, TIPD serta Gugus Tugas Penanganan covid-19 secara langsung memantau jalannya OPM. Mereka ingin memastikan kegiatan berlangsung lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Petugas ketika melayani masyarakat Kota Kediri ketika memanfaatkan Operasi Pasar Murni (OPM) untuk membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga murah.  (Foto: Istimewa)

Dalam kesempatan ini,  Wihujeng Ayu Rengganis atau yang akrap disapa Nanis menuturkan, kegiatan OPM ini merupakan program kerja TPID Kota Kediri untuk stabilisasi harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) pada masa pandemi covid-19.

Dalam OPM, bahan kebutuhan pokok dijual lebih murah daripada harga pasar. Beras dijual seharga Rp 47.500 per 5 kilogram (kg). Kemudian telur Rp 22.500 per kg. Minyak goreng Rp 14.000 per liter, dan gula putih Rp 10.500 per kg.

“Kegiatan OPM ini upaya menjaga stabilitas harga dan mengawal ketersediaan serta distribusi bahan kebutuhan pokok. Sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga relatif murah, dan laju inflasi tetap terkendali," kata Nanis.

Masyarakat Kota Kediri ketika memanfaatkan Operasi Pasar Murni (OPM) untuk membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga murah.  (Foto: Istimewa)

Nanis juga mengatakan, sebelumnya BI Kediri bersama TPID Kota Kediri menggelar sidak pasar tradisional Pasar Pahing dan pasar modern di Dhoho Plasa pada Selasa (14/12) lalu. 

"Hasilnya harga bahan kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan pada rentang yang terkendali, seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Nataru. Masyarakat tidak perlu panik karena stok bahan pokok tersedia dalam jumlah cukup. Kami berharap kegiatan OPM dapat dirasakan masyarakat dengan membeli bahan pokok dengan harga murah" harapnya.

Program TPID Kota Kediri mengandalkan strategi 4K untuk mengendalikan inflasi. Mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Untuk itu, OPM diselenggarakan disertai dengan komunikasi belanja bijak kepada masyarakat agar tidak menimbun bahan pokok atau berbelanja melebihi kebutuhannya.

Baca Juga : Selama Peringatan Nataru, Polres Lamongan Perketat Penerapan Prokes

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Kediri Tanto Wijohari mengatakan, kegiatan OPM ini digelar dengan tiga cara. Pertama, secara offline di 6 kelurahan pada Kamis (16/12) dan Jumat (17/12). Lalu secara online pada Sabtu (18/12) hingga Selasa (21/12).

"Dan secara drive thru di Kantor Disperdagin Kota Kediri mulai hari ini. Pembayaran juga dilayani menggunakan transaksi non-tunai untuk mengurangi kontak fisik sesuai protokol kesehatan dan mendorong digitalisasi era new lifestyle di Kota Kediri" kata Tanto.

Tanto juga mengatakan, OPM bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok.

“Masyarakat tidak perlu panik karena stok bahan pokok tersedia dalam jumlah cukup. OPM sebagai upaya nyata dari Pemerintah Kota Kediri dalam mewujudkan pemulihan ekonomi pada masa pendemi saat ini,”  tambahnya.

Sebagai informasi, kegiatan-kegiatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam hal pengembangan dan digitalisasi UMKM, pengendalian inflasi, layanan sistem pembayaran, dan upaya pemulihan ekonomi dapat dilihat dengan mengikuti akun Instagram @bank_indonesia_kediri dan Youtube Channel Bank Indonesia Kediri.


Topik

Ekonomi, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette