Tak Hanya Pameran Clothing, Lock Fest 2021 Juga Diisi Kegiatan Live Sablon, Sosialisasi Cukai, Creative Talk dan Live Acoustic

Reporter

Bambang Setioko

Editor

Yunan Helmy

12 - Dec - 2021, 03:59

Lock Fest di isi dengan berbagai kegiatan seperti live sablon bersama KOSARI, Sosialisasi oleh KPP Bea Cukai dilanjutkan dengan Creative Talk, Reviving Lokal Brand bersama Bayu Pristiyawan dan pada malam hari pengunjung disuguhi oleh hiburan music performance akustik lokal Kediri, Jumat (11/12). Foto: (Bams Setioko/Jatimtimes)


JATIMTIMES - Industri clothing di Kota Kediri sempat lesu imbas dari pandemi vovid-19. Guna mendorong kembali geliat industri clothing di Kota Kediri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemerintah Kota Kediri bersama KPP Bea Cukai Kediri memacu para penggiat clothing melalui Local Clothing Festival (Lock Fest) di lantai 2 Dhoho Plaza Kota Kediri.

 Lock Fest 2021 ini tidak hanya memamerkan industri clothing. Namu.  juga digelar sejumlah kegiatan menarik. Di antaranya pada hari kedua pada Jumat (11/12) Lock Fest diisi dengan berbagai kegiatan seperti live sablon bersama Komunitas Sablon Kediri (Kosari), sosialisasi oleh KPP Bea Cukai dilanjutkan dengan Creative Talk, Reviving Lokal Brand bersama Bayu Pristiyawan. Dan pada malam hari pengunjung disuguhi oleh hiburan music performance akustik lokal Kediri. Dan besok Minggu (12/12) akan disajikan live graffiti di area parkir Dhoho Plaza, Kota Kediri.

Lock Fest di isi dengan Creative Talk, Reviving Lokal Brand bersama Bayu Pristiyawan dan pada malam hari pengunjung disuguhi oleh hiburan music performance akustik lokal Kediri, Jumat (11/12). Foto: (Bams Setioko/Jatimtimes)

Event yang berlangsung selama tiga hari ini menggandeng 13 pelaku clothing. Mereka adalah Empiris.co, Flo distro, Poison wear, Kecakot, Corner Attack, Chaos Supply, Greasy Wheels, Native Indonesia, Imagine, Kaos Gaplek, TBLZ, Lumos Basic dan Chargecity. Masing-masing memamerkan produk mereka dalam stand yang telah disediakan.

Baca Juga : Kota Kediri Tuan Rumah Kejurprov Shorinji Kempo, Ini Pesan Arumi Bachsin

 Tidak hanya itu. Komunitas Sablon Kediri (KOSARI) juga turut serta dalam kegiatan yang bekerja sama juga dengan KPP Bea Cukai Kediri.

Terpisah Tanto Wijohari, kepala Disperdagin Kota Kediri, menyatakan kegiatan ini membawa dua misi utama, pemulihan ekonomi daerah sekaligus kampanye gempur rokok ilegal.

"Kami bertujuan untuk menggairahkan kembali industri clothing di Kota Kediri sebagai upaya untuk memulihkan ekonomi. Selain itu, kami  sekaligus mengampanyekan gerakan gempur rokok ilegal,” terangnya, Sabtu (11/12).

Lock Fest di isi dengan kegiatan Sosialisasi oleh KPP Bea Cukai, Jumat (11/12). Foto: (Bams Setioko/Jatimtimes)

Lebih lanjut, Tanto menambahi bahwa pihaknya menaruh harapan besar kepada pemuda-pemudi Kota Kediri semakin berkembang dan berdaya saing.

Baca Juga : HUT ke-23, PJI Gelar UKW Angkatan 7, Baksos dan Diklat Jurnalistik

“Mayoritas para pelaku clothing ini kan anak muda. Kami juga berkeinginan untuk memacu semangat para pemuda di Kota Kediri ini supaya berdaya saing tinggi,” imbuhnya.

Dengan tingginya daya saing dari para pemuda ini, perkembangan industri kreatif akan semakin bagus. Dengan demikian , arget pemulihan ekonomi daerah dapat segera tercapai. 

Sedangkan kegiatan ini terselenggara selama tiga hari. Diawali pada Jum’at (10/12), Sabtu, (11/12) dan berakhir pada hMinggu besok (12/12).


Topik

Ekonomi, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette