Novel Baswedan Cs Soroti Politikus PDIP yang Minta Penegak Hukum Tak di-OTT
Reporter
Desi Kris
Editor
Pipit Anggraeni
19 - Nov - 2021, 08:48
JATIMTIMES - Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan menilai bahwa aparat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim, tidak layak untuk dijerat dengan operasi tangkap tangan (OTT). Arteria mengatakan hal itu tidak perlu dilakukan lantaran mereka adalah simbol negara.
Para mantan pegawai KPK Novel Baswedan dkk pun bersuara terkait pernyataan Arteria tersebut. Dalam komentarnya, mantan pegawai KPK Rasamala Aritonang mengutip UU Tipikor yang mengatur soal para penegak hukum yang menerima suap.
"UU Tipikor Pasal 12 huruf b mengatur pegawai negeri & penyelenggara negara (PN) yang menerima suap harus ditangkap & dipenjara sudah 20 tahun, polisi & jaksa adalah PN. Pasal. 12 huruf c hakim yang menerima suap juga dipidana yang sama," tulis Rasamala melalui akun Twitternya, @RasamalaArt, Jumat (19/11/2021).
Ia lantas menyebut UU tersebut dibuat oleh DPR. Oleh sebab itu, Rasanala pun mempertanyakan pernyataan Arteria.
"Itu UU yang bikin tuan-tuan di DPR, terus ini anggota dewan bilang jangan ditangkap, sekolah dimana kawan ini?" ungkap Rasanala.
Hal senada juga disampaikan mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, melalui akun Twitternya, @nazaqistsha. Dalam cuitannya, Novel menegaskan penegak hukum yang menerima suap bisa langsung ditangkap.
"Mengenai OTT kok masih ada yang ingin agar penegak hukum jangan di-OTT. Mestinya ketika disuap, bisa langsung tangkap pemberinya. Penegak hukum berbuat jahat itu justru pemberatan, bukan dimaafkan," kata Novel.
Sementara, mantan Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo melalui channel YouTube-nya menjelaskan terkait OTT yang selalu ditakuti. Menurutnya, OTT pasti ditakuti karena bukti dan pelakunya sudah jelas.
"OTT itu pasti selalu ditakuti. Karena pertama, peristiwa pidananya pasti ada. Adanya unsur suap-menyuap sudah jelas. Kemudian, kedua, pelakunya jelas, siapa yang menyuap, siapa yang disuap," kata Yudi.
"Kemudian yang ketiga barang buktinya ada. Entah itu berupa uang, baik uang rupiah atau mata uang asing ataupun benda-benda lainnya," lanjut Yudi.
Selain itu, Yudi menjelaskan bahwa OTT juga bisa dikembangkan...