Angka Kasus Kembali Tinggi, Kadinkes Tuban: Banyak yang Abai Tidak Menggunakan Masker

Reporter

Ahmad Istihar

27 - Sep - 2021, 01:33

Ilustrasi alat swab antigen (26/09/2021) (Foto Ahmad Istihar/Jatim TIMES)


JATIMTIMES - Pasca dilakukan assessment atas situasi covid-19 oleh Kemenkes RI, Kabupaten Tuban mencatat ada 15 kasus konfirmasi baru. Hal itu sebagaimana data terakhir yang diumumkan pada hari ini, Minggu (26/9/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Tuban Dr Bambang Priyo Utomo mengatakan, adanya penambahan jumlah kasus disebabkan kesadaran warga yang ikut tes swab antigen ke sejumlah rumah sakit terus meningkat. Swab dilakukan lantaran masyarakat yang berkaitan sebelumnya memang kontak erat dengan pasien covid-19. Kebanyakan pun memang tanpa gejala. 

Baca Juga : Dorong Perguruan Tinggi yang Sehat, Ditjen Diktiristek Akselarasi Penyatuan PTS

"Sudah banyak orang berani periksa ke RS di swab, dan hasilnya juga yang positif," jelas Bambang sapaan pendek Kadinkes Tuban saat menerangkan peningkatan tersebut, Minggu (26/09/2021) sore. 

Selain dari hasil tes swab, Bambang menambahkan, di wilayah kecamatan maupun di tempat keramaian seperti tempat wisata yang sudah mulai di buka, banyak pelancong dari luar kota Tuban untuk ziarah ke makam Sunan Bonang. Bahkan masih ada yang datang tanpa menggunakan masker dan tidak ada imbauan di area wisata rohani tersebut. 

"Peziarah datang berbondong- bondong tanpa menggunakan masker. Tidak ada woro-woro/ tidak ada imbauan," imbuhnya.

Persoalan lainya, Bambang mengatakan rasio Tracing atau pelacakan kasus covid-19, masih jauh dari target yang ditetapkan kementerian kesehatan yakni 1 banding 15. Sedangkan di Tuban, baru 1 banding 8. Artinya, satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru bisa melacak delapan orang yang melakukan kontak.

"Rasio tracing memang belum mencapai target," ujar Bambang.

Baca Juga : Krisna Bocah Disabilitas di Madiun Kini Bisa Jalan-Jalan, Setiap Jumat Dijatah Sembako dari Pengusaha

Sebab itu, Bambang mengingatkan pemerintah daerah maupun semua pihak harus memastikan pelaksanaan aktivitas warga baik di tempat umum, Wisata, Kantor Dinas dan tempat belajar gelar tatap muka terbatas, untuk benar - benar menjalankan protokol kesehatan. Dengan cara itu bisa memutuskan penyebaran covid -19.

"Di wilayah jauh dari perkotaan Tuban, masih ada yang abai penggunaan masker saat menjalankan aktivitas yang berpotensi berkumpul. Kami harap kesadaran dan peran serta semua pihak untuk mengingatkan disiplin prokes," tutupnya.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette