Target Retribusi Disbudpar Kabupaten Banyuwangi Tak Terpenuhi, Ini Kata DPRD

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

Dede Nana

14 - Sep - 2021, 01:50

Kondisi Ruang Rapat Komisi III DPRD Banyuwangi setelah rapat bersama dengan eksekutif, (Nurhadi/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Komisi III DPRD Kabupaten Banyuwangi meminta penjelasan kepada eksekutif atas perubahan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) dari Rp 592 juta menjadi Rp 518 juta.

Menurut Emi Wahyuni Dwi Lestari, Ketua Komisi III, pertanyaan tersebut disampaikan dalam rapat kerja dengan SKPD yang menjadi mitra kerjanya. Antara lain, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispbudpar) Banyuwangi di ruang rapat Komisi III DPRD Banyuwangi, Senin (12/9/2021).

Baca Juga : Realisasi Pengalihan Anggaran Perdin dan Mamin di Kabupaten Malang Belum Jelas

”Rapat kali ini dengan hadirnya Pak Bram itu jadi banyak sekali paparan yang diberikan kepada legislatif. Antara lain,  rencana kerja  untuk pembangunan dan pengembangan serta  retribusi dari sektor pariwisata,” ucap Emi.

Alumni Unibraw Malang itu menambahkan, target retribusi Disbudpar  dalam beberapa tahun terakhir  tidak pernah terpenuhi. Namun dewan melihat sektor pariwisata banyak memberikan multiplayer efek yang bermanfaat.

”Kami melihat sektor pariwisata tidak hanya dari retribusi semata, tetapi multiplayer efeknya begitu besar buat Banyuwangi. Termasuk tumbuh dan berkembangnya hotel, restoran itu adalah kontribusi dari berkembangnya pariwisata,” ujarnya.

Selanjutnya politisi asal Gambiran itu menambahkan, Komisi III melihat bahwa situasi dan  kondisi sekarang ini sudah sedemikian berat. Apalagi ada kebijakan PPKM dari pusat sehingga PAD Banyuwanngi memang banyak yang tidak sesuai target.

Sementara MY Bramuda kepada wartawan media ini mengungkapkan,  hal penting dalam PAK tahun 2021 yang diusulkan antara lain, pemerintah akan melakukan intervensi terhadap perbaikan kondisi seniman dan budayawan yang tidak bisa bekerja selama PPKM.

Baca Juga : Pemkab Pamekasan Salurkan Bantuan Air Bersih ke Sejumlah Desa Terdampak Kekeringan

“Kemudian kami juga akan mencoba mengoptimalkan keberadaan home stay yang tersebar di wilayah Banyuwangi. Untuk perhotelan dengan pembukaan destinasi wisata secara otomatis akan tumbuh dan berkembang,” ujar pejabat yang akrab disapa Bram itu.

Selanjutnya dia menuturkan, program Disbudpar dalam beberapa bulan ke depan adalah merancang dan mengusulkan  beberapa program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam bidang pariwisata, termasuk pemberdayaan seniman dan budayawan serta pengelolaan home stay yang selama masa pandemi kondisinya stagnan.


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette